Lawan cinta bukan benci, namum kekasaran, dan kekasaran yang terkasar adalah pengabaian.
Seusai pelangi melumpuhkan hujan, perempuan itu menimbulkan tanya, “mengapa ia mengabaikan aku? Apakah rasa sayang itu mulai pudar? Demikian, pengabaian adalah sebuah citra buruk terhadap cinta. Pengabaian merupakan luka pertama yang paling menyakitkan, sesederhana kau mengirim pesan kepada seseorang dan hanya dua centang biru sampai seminggu. Luka pengabaian adalah luka serius, dan genetika kita sudah menyimpan memori pengabaian sebagai tanda bahaya.
Perempuan itu dengan mata memerah mengucap, “akan ku buang semua impian tentang kita di masa depan, karena telah tersingkap dirimu yang tertutup kabut, sesal ku menciptakan kekesalan untuk semua rasa yang kau ciptakan, wajahmu membuat pikiranku penuh kebencian akibat pengabaian. Semua berlalu sebelum ku sadar dari fatamorgana ini, sebelumnya mengasihi mu adalah hal terindah dalam perjalanan hidupku. Setelah aku terhenyak dari kepalsuan, barulah aku tersadar bahwa aku muak terhadap pengabaianmu. Nyanyian yang penuh dengan kata-kata merupakan bentuk pengungkapan luka yang ku rasakan. Sebab, kenangan yang kita ukir telah menertawakan kesedihan ku.
Demikianlah, perempuan dengan pipi yang dibasahi air mata itu. Ucap ku, “tidak masalah air mata mendidih atau mata air membasahi pipi, kau tetap layang mendapati kasih.
Cinta adalah kemampuan untuk membuat sesuatu yang tak terlihat menjadi tampak dan hasrat untuk selalu merasakan yang tak terlihat di dalam diri seseorang. (Ibn Arabi)
30 hari menulis buruk
Day 6

Tidak ada komentar:
Posting Komentar