Pengikut

Kamis, 23 Maret 2023

PERSAHABATAN ALA ARISTOTELES

 


Hidup ini terlalu singkat untuk pertemanan yang dangkal, tapi semua jenis pertemanan dapat mengajarkan kita sesuatu yang baru. (Bukan Aristoteles). 

Ketika kita berpikir bahwa, kenapa kita bisa berteman dengan baik dengan seseorang di suatu waktu, namun di waktu yang lain seperti orang asing? Apa penyebap kita bisa berteman dengan orang lain?

Persahabatan, seperti hubungan manusia lainnya, itu memang sederhana tapi rumit. Menurut Aristoteles, persahabatan adalah salah satu kegembiraan hidup yang sejati. Berdasarkan yang mendasarinya, tanpa sadar kita memiliki dua jenis persahabatan.

Pertama, pertemanan yang dimotivasi oleh keuntungan pribadi dan bersifat sementara. Sesuatu yang hanya datang saat saling menguntungkan. Pertemanan tipe ini umumnya berada dikalangan orang dewasa, seperti pertemanan atas dasar pekerjaan. Kedua, pertemanan yang dimotivasi atas kesamaan selera dan preferensi. Karena didasari emosi yang sama pada kurun waktu atau aktivitas tertentu, pertemanan ini biasanya berlangsung sangat singkat, selama masih mendapat kesenangan bersama. Umumnya pertemanan ini ada di kelompok usia muda seperti di masa sekolah. 

Selain itu juga menurut Aristoteles, ada pertemanan yang didasari oleh rasa menghargai atas kebajikan tiap individu. Kehadiran dan kualitas orang tersebut sudah cukup memberi nilai dalam pertemanan ini. Pertemanan ini memerlukan empati, kemauan untuk saling merawat, serta waktu yang lama untuk dapat bertumbuh. Konsep pertemanan ini tidak terbatas pada manfaat dan kesenangannya saja.

Melalui pemikiran tentang pertemanan ini, Aristoteles mengajak kita untuk melihat dunia secara empiris serta mempertimbangkan peran etika dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peran etika dalam pertemanan adalah dengan mempelajari hal ini.

30 hari menulis buruk

Day 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar