Pengikut

Sabtu, 25 Maret 2023

PEREMPUAN

 


Aku tidak berharap perempuan akan berkuasa di atas laki-laki, tapi setidaknya mereka dapat berkuasa atas diri mereka sendiri. (Mary Wollstonecraft)

Gerakan-gerakan feminisme adalah gerakan yang mengutamakan kebebasan perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki di ruang publik. Dahulu, ketika kaum perempuan sudah tidak lagi mampu untuk menahan dera dan air amarah karena dipaksa dalam agenda domistifikasi, di mana perempuan diisolasi di ruang privat dan ruang publik hanyalah milik laki-laki; pada saat itulah angin perlawanan berhembus. Kaum perempuan mulai menyadari bahwa ada yang ganjil dalam sistem sosial dan sistem kepercayaan yang dianut turun temurun. Perlahan-lahan, paradigma perempuan mulai terbuka dan begitu juga laki-laki.

Pada abad ke-18, peran perempuan dalam ruang publik tidak sebesar sekarang. Ruang gerak perempuan sangat terbatas, hal ini dikarenakan struktur masyarakat yang mengutamakan laki-laki. Perempuan jarang diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan intelektul dalam ranah profesional. Selain itu hak mereka pun terbatas dalam berpolitik. Perempuan hanya boleh berperan dalam ranah domestik atau pekerjaan rumah, sehingga mereka belum bisa mandiri secara ekonomi. Dalam hal ini bahwa peran perempuan dan laki-laki harus setara terutama dalam proses pendidikan. 

Menurut Mary perempuan dengan pendidikan yang baik akan menjadi istri sekaligus ibu yang hebat, serta dapat berkontribusi positif terhadap negara. Perempuan harusnya tidak lebih rendah atau kurang berharga daripada laki-laki. Baik laki-laki maupun perempuan harus diberlakukan sebagai manusia yang berakal secara setara. Jika perempuan memperoleh pendidikan yang layak, mereka pun dapat menjadi warga negara yang produktif, tenaga kerja andal, serta mampu berkontribusi besar bagi masyarakat.

 Era Neo-Globalisasi bergulir bak bola salju yang dengan liarnya bergelinding menanduk siapa pun yang berada di depannya. Era ini menandakan satu hal, bahwa keran-keran informasi telah terbuka dan arus lalu lintas perputaran gagasan begitu pesat. Satu hal yang pasti bahwa kaum feminis harus menawarkan basis nilai yang universal, di mana bisa diresapi oleh semua corak individu-masyarakat.


30 hari menulis buruk

Day 4.

Sang Penakluk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar