Pengikut

Jumat, 31 Maret 2023

IBU: JARAK MENGASAH RINDU TETAP LEMBUT


Cinta adalah kata kerja yang benci menyerah,

empat tahun silam aku melihat kau mekar sempurna sebagai kupu-kupu kaca. Dengan kepala tertunduk, kau melintasi satu kalender ke kalender berbeda, berlari melupakan dunia sampai kau lupa cara berlari.

Perempuan itu layaknya dalam taman imajiner berhias megah kesunyian, kau melintas dengan sayap-sayap kertas berasal dari buku kegemaran ku.kita menyeduh secangkir absurdisme, dikelilingi musik klasik dari kucing pemain biola dan bunga matahari yang senang menari.

Semua perempuan adalah dewi kali. Di kulitnya kita petik kehidupan dan di rahimnya kematian akan pulang, kita mencintai kehidupan sebesar kita membenci kematian. Kita mencintai perempuan sebesar kita membencinya. Sebab apa yang paling mungkin kita cintai adalah apa yang paling mungkin melukai kita. Cinta seperti tiket VIP untuk akses ekslusif ke sisi paling rawan dari dalam diri. Kita pun tak bisa memilih kepada siapa hati ini harus dijatuhkan.

Kala itu, perempuan dengan mata sayu itu selalu senang mendekorasi rumahnya, aku melihat ada empat ruang yang paling ia suka: ruang depan, ruang tengah, dapur, dan ruang belakang.

Barangkali hidup adalah doa yang Panjang, ataupun antrian yang Panjang, segera setelah ku temukan bintang yang kutahajudkan di kedua matamu, tak akan kulepaskan kau dari lengan  meski berhadapan dengan berkali-kali lipat bahaya.

Hari ini ibu, aku tak mau kau menangis. Pada suatu tahun yang tidak aku tahu, harapan memang pernah melukai lengan kiri mu dengan air mata. Tapi hari ini, aku tidak ingin kau menangis, setidaknya sebelum hari ini beranjak. Aku tak ingin bicara lebih banyak. Tapi ku harap kau tahu, betapa besar rasa syukur mengetahui perempuan sepertimu pernah lahir di dunia ini.

Aku ingin menanam doa yang seharum seruni dan seluas bumantara untuk kebahagiaan-kebahagian yang jauh menanti di masa depan. Marathon kita masih Panjang, lebih pelitlah pada kesedihan. Aku akan belajar lebih giat melucu agar rengut pipimu pergi jauh-jauh. Waktu lebih sukar dihabiskan dengan harapan yang keras kepala.

 Jarak ini selalu mengasah rindu tetap lembut, jarak merupakan tungku, menghangatkan lengan agar siap mendekap sesuatu yang jauh.


30 hari menulis dengan buruk

Day 10 

Kamis, 30 Maret 2023

THE JACK KOPI


 Kopi punya sejarah sehitam warnanya. Gubernur mekkah pernah mengharamkan kopi pada tahun 1511. Saat itu namanya qahwa. Minum kopi punya efek yang sama dengan minum arak, efek dari kopi dapat menyebabkan semangat yang berlebihan dan susah tidur. Karena arak haram maka kopi pun diharamkan. Warga Mekkah harus menikmati kopi secara diam-diam. Para penjual kafein harus melakukan transaksi secara hati-hati.

Ternyata ada zaman di mana ba kopi sama deng ba gate.

Aku tidak bisa membayangkan betapa sulitnya saat itu untuk menyeruput segelas kopi, harus melakukan transaksi secara diam-diam, di gang-gang sempit yang tak kelihatan oleh orang lain. Bahkan di abad ke-17 di Turki, Sultan Murad IV bukan hanya mengharamkan, tetapi menjatuhkan hukuman mati untuk warga yang kedapatan minum kopi. Aku yang hidup di zaman ini sangat bersyukur bisa menyeruput kopi dengan bebas sambil menghisap roko a-plus kesukaan ku.

Padahal kedai kopi menjadi ruang publik pendatang baru. Di dalamnya orang berkumpul, diskusi, mendengar syair dan bermain catur. Kedai kopi menandai aktivitas intelektual yang kuat, sehingga menjadi saingan sengit masjid sebagai tempat beraktivitas. Bahkan beberapa ulama mengkritik keras kedai kopi karena dianggap lebih jahat dari tempat minum arak.

Namun walaupun dipersekusi berkali-kali, kedai kopi lolos dari intaian kematian. Seleksi alam akan memilih siapa yang layak bertahan hidup dari goncangan zaman. Agama dan politik ternyata tidak lebih tangguh dari kopi. Kedai kopi tetap berdiri, dan sebagaimana gen, ia akan berlipat ganda, memperbanyak keturunan, mewariskan kebenaran dari satu cangkang ke cangkang lain. Ia bisa menetas sebagai eksistensialisme Prancis abad ke-20 atau Jack Kopi abad ke-21.

Jack Kopi sebagai ruang publik menjadi sarang parrhesia. Sesuatu yang oleh Foucault disebut “keberanian menyampaikan kebenaran meski dihantui resiko bahaya”. Proses diskursus Jack Kopi terbuka untuk siapa saja: pembeli, penjual asongan, aktivis, intelektual, pengamen, politisi, dan masih banyak lagi. Jack Kopi tidak sekadar menawarkan ruang, tapi juga kebiasaan: Jack Kopi menawarkan nilai komunitas, di mana orang berdialog dan berdebat dengan semangat demokrasi radikal. Di mana semua orang bebas berpendapat, sembari melindungi hak semua orang untuk bebas berpendapat.

Jack kopi merupakan suatu upaya untuk membuka pemikiran yang baru. Dengan menggunakan konsep ruang publik Jurgen Habermas, kita akan melihat Jack Kopi sebagai ruang interaksi dan bagaimana mereka membentuk bisnis, kehidupan dan tradisi masyarakat. 


Jack Kopi menawarkan kita cara untuk melihat hubungan kita dengan dunia yang lebih besar dan melihat bahwa terkadang pilihan kita sebenarnya bukan milik kita sendiri. 


Jack Kopi menjadi saksi dari banyak hubungan yang telah dibangun. Banyak orang yang nyaman di sini "untuk berbicara, menangis, tertawa, bersantai, menyelesaikan masalah, atau sekadar menyendiri. 


Menikmati kopi di "Jack Kopi" bukan hanya sekadar menikmati kopi biasa, ketika seseorang mengajak anda duduk dalam satu meja untuk minum kopi, itu bisa jadi murni sosial, bisa juga tentang bisnis, politik, atau bagaimana kita tetap terhubung dengan orang lain. 


30 hari menulis buruk

Day 9

Rabu, 29 Maret 2023

KEDEKATAN MENIMBULKAN KEDENGKIAN

 Manusia merupakan makhluk yang senang mengejar sesuatu. Ia akan mengejar sesuatu yang dia anggap bernilai istimewa di mata dia. Katakanlah kecantikan, karir, kekayaan popularitas, dan sebagainya. manusia sebagaimana kata Alain de Botton, “manusia modern memang senang diperhatikan sesuai dengan posisinya dalam stratifikasi sosial. Karena itulah kita akan mengejar impian kita meski harus sampai ke ujung dunia.

Kita semua tinggal dalam dunia yang mendewakan kebaikan material. Saat-saat seperti ini, uang berada, uang berada di pucuk hierarki nilai yang hendak di tuju. Kita semua tampak seperti materialistis yang serakah, tapi kata Alain de Botton, “kita sebenarnya tidak gila akan materi, hanya saja masyarakat kita mengaitkan kepuasan emosional dengan  kepemilikan material” singkatnya, bukan materi yang kita kejar tetapi ganjaran kepuasan ketika memiliki materi itu.

Dengan jenaka Alain de Botton berkata, “bila kita melihat seseorang membawa ferari, jangan lihay orang tersebut sebagai serakah. Berpikirlah bahwa dia seorang yang sangat rapuh dan sangat memerlukan kasih sayang, berempatilah kepada mereka, yang memamerkan barang-barang mewah atau pucuk prestasi khas materialistik di gerai raksasa bernama media sosial.

Namun di samping persoalan usaha mendaki pucuk karir dan pameran ketelanjangan di media sosial, persoalan lain umat manusia moder ini adalah rasa iri dan destruktif dari dalam.

Di titik ini, aku teringat lelucon Boris dan Igor. Kedua itu adalah petani rusia miskin yang bertetangga dalam waktu yang lama. Suatu hari, Boris memperoleh rezeki berupa satu ekor keledai. Karena Igor tak memiliki keledai seperti boris, Igor pun dengki lantas berdoa kepada Tuhan, “Ya Tuhan, semoga keledai Boris raib” aneh sekali betapa Igor lebih ingin tetangganya kehilangan rezeki ketimbang berdoa semoga dia punya keledai yang sama dengan Boris. Orang memang ingin jadi setara meski itu artinya nasib mereka sama-sama tidak beruntung, mungkin memang benar seperti ungkapan pinker, “kita lebih baik jadi komunis tak setara daripada kemungkinan sama-sama kaya dalam atmosfer kapitalisme.

Pada akhirnya bahwa semuanya berawal dari kedekatan. Semakin kita merasa akrab dam dekat dengan seseorang, semakin besar kemungkinan kita terjerumus dalam kedengkian hati. Ini juga yang menyebabkan kita tidak iri kepada orang lain yang statusnya sama dengan kita.


30 hari menulis buruk. 

Day 8


Selasa, 28 Maret 2023

MATA YANG TERLATIH MENGGALI INGATAN

 


Hiruk pikuk kehidupan membawakan manusia pada rasa bersalah akan yang pernah ia lakukan kepada seseorang. Selepas hujan reda, di malam ke-7 bulan ramadhan ini secara tak sengaja aku membuka handphone ku, sebuah pesan dari masa lalu yang menimbulkan tanya, “aku minta maaf”, sebuah kata  minta maaf itu benar-benar tertulis di kontak sosial media itu, aku sentak terheran, minta maaf itu benar-benar upaya yang sulit, jadi kenapa harus repot-repot membuat janji yang tak berniat ditepati? Kenapa harus repot-repot menanam harap pada orang lain kalau tidak mampu bertanggung jawab dengan ekspetasi orang itu? Kenapa perlu membuat sakit hati orang lain kalau tidak siap diborgol rasa bersalah itu?

Aku percaya betul, ia datang bukan intensi minta maaf, ia hanya mau aku membebaskan dia dari rasa bersalah, permohonan itu hanya ekspresi ketidakberdayaan dia dari rasa bersalah yang korosif dalam mental.

Kedatangannya bak bola liar yang menggelinding dengan cepat ke arah ku, yang membuat aku mahfum “kalau memaafkan dan membebaskan seseorang dari rasa bersalah adalah dua hal yang berbeda”. Memaafkan adalah suatu perkara sulit jika sebuah luka yang diberikan sangat menyakitkan. Aku mungkin bisa berkata bahwa telah memaafkan perempuan itu untuk supaya ia bisa terbebas dari rasa bersalahnya, namun kata-kata palsu itu terasa tidak adil untuk ku. Kata-kata itu justru jadi berat di lidah untuk hal sepersonal ini.

Pada akhirnya pikir ku, “tidak apa-apa aku tidak bisa memaafkan sekarang, namun apakah aku membenci perempuan itu?” Aku tidak lagi membenci mu, setelah proses pergulatan sampai hari ini, tidak pernah aku mengalami lompatan perubahan perspektif seintens ini,  seperti ada revolusi yang bekerja dari dalam diri. Aku justru terlatih memetik hikmah rahasia di tiap peristiwa traumatis, lalu aku menyadari rasa syukur sangat langkah, karena ia tercecer di tanah-tanah tandus yang angker. Dan tragedi pada akhirnya hanya komedi yang tertunda.

Belum bisa memaafkan mu, memang itu tidak bisa disangkal. Maaf memang akan datang dengan sendirinya, bahkan tanpa perantara bahasa, ia akan bisa kita pahami bahkan lewat perantara ekspresi. Maaf adalah komunikasi yang melibatkan intuisi. Segunung logika dan sebanyak apa pun busa kata-kata tak akan sanggup mewakilinya. Tapi aku pun bersyukur atas kesalahan yang diberikan. Aku bahkan mensyukuri atas ketidaknyamanan atas teklingan dari belakang itu, sebab bisa mendapatkan ide seperti ini,

Kepada dirimu yang hanya lagi mau mengekspresikan rasa bersalahnya, aku justru yang mau minta maaf sebagaimana tata krama sosial yang berlaku kalau aku belum bisa memaafkan. Aku juga tidak mau menggerakkan otot bibir ku untuk berpura-pura memaafkannya dengan cara yang ia mau. Aku mau jadi manusia biasa dulu, aku tidak mau sok-sok ideal seperti orang lain yang mencoba tetap heroik meski dada kirinya ditikam kecewa dan kekesalan.



30 hari menulis buruk

Day 7

Senin, 27 Maret 2023

SEUSAI PELANGI MELUMPUHKAN HUJAN

 


Lawan cinta bukan benci, namum kekasaran, dan kekasaran yang terkasar adalah pengabaian.

Seusai pelangi melumpuhkan hujan, perempuan itu menimbulkan tanya, “mengapa ia mengabaikan aku? Apakah rasa sayang itu mulai pudar? Demikian, pengabaian adalah sebuah citra buruk terhadap cinta. Pengabaian merupakan luka pertama yang paling menyakitkan, sesederhana kau mengirim pesan kepada seseorang dan hanya dua centang biru sampai seminggu. Luka pengabaian adalah luka serius, dan genetika kita sudah menyimpan memori pengabaian sebagai tanda bahaya. 

Perempuan itu dengan mata memerah mengucap, “akan ku buang semua impian tentang kita di masa depan, karena telah tersingkap dirimu yang tertutup kabut, sesal ku menciptakan kekesalan untuk semua rasa yang kau ciptakan, wajahmu membuat pikiranku penuh kebencian akibat pengabaian. Semua berlalu sebelum ku sadar dari fatamorgana ini, sebelumnya mengasihi mu adalah hal terindah dalam perjalanan hidupku. Setelah aku terhenyak dari kepalsuan, barulah aku tersadar bahwa aku muak terhadap pengabaianmu. Nyanyian yang penuh dengan kata-kata merupakan bentuk pengungkapan luka yang ku rasakan. Sebab, kenangan yang kita ukir telah menertawakan kesedihan ku.

Demikianlah, perempuan dengan pipi yang dibasahi air mata itu. Ucap ku, “tidak masalah air mata mendidih atau mata air membasahi pipi, kau tetap layang mendapati kasih.


Cinta adalah kemampuan untuk membuat sesuatu yang tak terlihat menjadi tampak dan hasrat untuk selalu merasakan yang tak terlihat di dalam diri seseorang. (Ibn Arabi)


30 hari menulis buruk

Day 6

Minggu, 26 Maret 2023

PERIHAL PATAH HATI YANG DISENGAJA

 Gerimis di luar semakin tipis. Kau ingin keluar melihat-lihat dunia di sekitar tempat tinggal mu


. Kau urung meminjam motor dari kawan, pikirmu memikul payung sepertinya bisa menjadi pengalaman menarik.

Barangkali kenangan adalah benda yang tajam dan menawan: sepucuk mawar indah nan eksotis yang mengundang khalayak memetiknya, meski harus meneteskan darah semerah kelopaknya. Seberapa pedih kah hati manusia yang patah itu? Hampir semua manusia mengalaminya, kecuali bila ada yang terlahir tanpa segenggam hati, dan punya cara masing-masing mengatasi frustasi itu. Seorang kawan perempuan selepas sholat mengutarakan tanya, “bila kelak kau berjalan-jalan santai, melewati gerai-gerai dan etalase pertokoan atau penjual jasa, kabari aku bila kau temukan satu dokter spesialis penghapus ingatan”.

Wajar bila manusia selalu menolak pengalaman pahit untuk ia simpan. Tidak ada yang pernah berkehendak untuk sial, atau bercita-cita agar ekspetasinya selalu terbunuh realitas. Manusia cenderung menjauh dari stimulus-stimulus negatif yang menyakitkan. Tapi bagi orang normal kebanyakan, ingatan buruk selalu hendak disingkirkan entah secara sadar ataupun tidak sadar. Stimulus negatif itu dikubur dalam-dalam hingga ke dasar alam bawah sadar manusia. Kemudian, alam bawah sadar berperan berperan penting dalam tiap laku manusia, demi kita terselamatkan dan menghindari stimulus negatif yang pernah ia alami. 

Paradoksikalitas kenangan begitu tajam, bagi yang dimabuk ekstase cinta adalah harta karun, namun dapat menyebabkan racun bagi hatinya yang patah dan remuk berkeping-keping. Perempuan itu mendadak gejolak dendam gugur di tengah proses penghapusan ingatan, ada sebuah takut yang hinggap pada bagian terdalam pada diri perempuan itu yang dia takut hilang, ada sebuah sesal yang santai menanti dan menyiapkan rengkuhannya, tepat setelah perempuan itu terhenyak dan tidak menyadari bahwa tahun-tahun yang dia lewati, telah dijejali oleh laki-laki yang baru dia hapus total.

Di tengah proses penghancuran ingatan, perempuan itu tengah berjibaku dengan dirinya sendiri; ia menimbang-nimbang keputusan itu lagi, dalam mimpi dan bersiasat agar kenangan yang awalnya ia suruh singkirkan akan ia lindungi dengan sekuat pikiran, dan sekuat hati. Memang demikianlah, “kematian bukanlah ketika masa depan direnggut darimu, namun lantaran masa lalu lenyap dan meninggalkanmu selamanya ‘lupa’ ialah kematian eksistensial mendahului biologis.

Kenangan memang sesuatu yang subtil, menduduki pikiran dan hati manusia. Terkadang kenangan, menyabotase akal sehat, hingga kuasa akan tubuh terampas. Beberapa orang memilih untuk mengakhiri penderitaan mereka terhadap masa lalu, menyerah dan terlalu getir untuk berdamai dengan ingatan di masa depan.

Aan Mansyur berujar dalam novelnya perihal mantan kekasihnya, “aku tidak ingin menipu kenangan dengan melupakannya. Meski kenangan punya banyak cara untuk menjerat dan membunuh majikannya.



30 hari menulis buruk. 

Day 5


Sang Penakluk

Sabtu, 25 Maret 2023

PEREMPUAN

 


Aku tidak berharap perempuan akan berkuasa di atas laki-laki, tapi setidaknya mereka dapat berkuasa atas diri mereka sendiri. (Mary Wollstonecraft)

Gerakan-gerakan feminisme adalah gerakan yang mengutamakan kebebasan perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki di ruang publik. Dahulu, ketika kaum perempuan sudah tidak lagi mampu untuk menahan dera dan air amarah karena dipaksa dalam agenda domistifikasi, di mana perempuan diisolasi di ruang privat dan ruang publik hanyalah milik laki-laki; pada saat itulah angin perlawanan berhembus. Kaum perempuan mulai menyadari bahwa ada yang ganjil dalam sistem sosial dan sistem kepercayaan yang dianut turun temurun. Perlahan-lahan, paradigma perempuan mulai terbuka dan begitu juga laki-laki.

Pada abad ke-18, peran perempuan dalam ruang publik tidak sebesar sekarang. Ruang gerak perempuan sangat terbatas, hal ini dikarenakan struktur masyarakat yang mengutamakan laki-laki. Perempuan jarang diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuan intelektul dalam ranah profesional. Selain itu hak mereka pun terbatas dalam berpolitik. Perempuan hanya boleh berperan dalam ranah domestik atau pekerjaan rumah, sehingga mereka belum bisa mandiri secara ekonomi. Dalam hal ini bahwa peran perempuan dan laki-laki harus setara terutama dalam proses pendidikan. 

Menurut Mary perempuan dengan pendidikan yang baik akan menjadi istri sekaligus ibu yang hebat, serta dapat berkontribusi positif terhadap negara. Perempuan harusnya tidak lebih rendah atau kurang berharga daripada laki-laki. Baik laki-laki maupun perempuan harus diberlakukan sebagai manusia yang berakal secara setara. Jika perempuan memperoleh pendidikan yang layak, mereka pun dapat menjadi warga negara yang produktif, tenaga kerja andal, serta mampu berkontribusi besar bagi masyarakat.

 Era Neo-Globalisasi bergulir bak bola salju yang dengan liarnya bergelinding menanduk siapa pun yang berada di depannya. Era ini menandakan satu hal, bahwa keran-keran informasi telah terbuka dan arus lalu lintas perputaran gagasan begitu pesat. Satu hal yang pasti bahwa kaum feminis harus menawarkan basis nilai yang universal, di mana bisa diresapi oleh semua corak individu-masyarakat.


30 hari menulis buruk

Day 4.

Sang Penakluk

Jumat, 24 Maret 2023

IMAJINASI



 Terkadang kita dipermainkan oleh imajinasi, menilai orang hanya berdasarkan cara berpakainanya. (Blaise Pascal)

Imajinasi merupakan sebuah kekuatan yang powerfull dalam diri manusia sehingga dapat mengesampingkan penalaran manusia. Sayangnya, imajinasi dapat menganggap sesuatu secara benar ataupun salah, padahal itu bukanlah entitas yang real.

Seringkali imajinasi membawa kita pada sisi kepalsuan atau kesalahan. Tanpa kita sadari, imajinasi menjadi satu dari sekian banyak sumber kesalahan terbesar manusia. Tidak jarang kita mendefinisikan keindahan, keadilan, dan kebahagiaan dengan sesuatu yang palsu. Begitu juga, imajinasi melahirkan kepercayaan kita terhadap orang lain apa pun alasannya. Misalnya kita lebih mempercayai dokter dan pengacara karena mereka memiliki atribut-atribut khusus dalam dirinya. Sebaliknya, kita justru sering menyepelekan seseorang yang terlihat lusuh atau aneh, walaupun orang itu berbicara dengan akal sehat.

Fragmen imajinasi ditujukan Pascal kepada orang-orang beragama yang telah terpengaruh pemikiran bebas. Pascal berpendapat bahwa mereka justru telah telah disesatkan oleh kekuatan imajinasi daripada penalaran meskipun mereka memiliki penalaran lebih baik dan kritis. Saat itu, ia membuat sebuah taruhan yang dirancang untuk memberikan alasan para libertins (orang-orang yang keluar dari agama) agar kembai pada agama masing-masing. Pascal membuat taruhan mengenai kemungkinan untung dan rugi tentang eksistensi Tuhan, Pascal berpendapat bahwa apabila kita bertaruh bahwa Tuhan itu tidak ada, maka kita mempunyai resiko besar yakni kehilangan kebahagian tanpa batas surga. Ia juga berpendapat, apabila kita bertaruh bahwa Tuhan itu tidak ada, kita hanya kehilangan hal-hal remeh dan mendapatkan hal-hal besar. Atas dasar ini Pascal percaya Tuhan adalah hal yang lebih rasional daripada merasionalisasikan Tuhan lalu meninggalkannya.

Kita terlalu terpukau pada imajinasi-imajinasi yang terlihat rasional, tetapi ketika ditelaah justru sangat tidak masuk akal. Sampai sekarang, imajinasi ini masih kita junjung, bukan hanya perihal agama, tetapi juga kebudayaan, pendidikan, dan sains.


30 hari menulis buruk

Day 3.


Sang Penakluk

Kamis, 23 Maret 2023

PERSAHABATAN ALA ARISTOTELES

 


Hidup ini terlalu singkat untuk pertemanan yang dangkal, tapi semua jenis pertemanan dapat mengajarkan kita sesuatu yang baru. (Bukan Aristoteles). 

Ketika kita berpikir bahwa, kenapa kita bisa berteman dengan baik dengan seseorang di suatu waktu, namun di waktu yang lain seperti orang asing? Apa penyebap kita bisa berteman dengan orang lain?

Persahabatan, seperti hubungan manusia lainnya, itu memang sederhana tapi rumit. Menurut Aristoteles, persahabatan adalah salah satu kegembiraan hidup yang sejati. Berdasarkan yang mendasarinya, tanpa sadar kita memiliki dua jenis persahabatan.

Pertama, pertemanan yang dimotivasi oleh keuntungan pribadi dan bersifat sementara. Sesuatu yang hanya datang saat saling menguntungkan. Pertemanan tipe ini umumnya berada dikalangan orang dewasa, seperti pertemanan atas dasar pekerjaan. Kedua, pertemanan yang dimotivasi atas kesamaan selera dan preferensi. Karena didasari emosi yang sama pada kurun waktu atau aktivitas tertentu, pertemanan ini biasanya berlangsung sangat singkat, selama masih mendapat kesenangan bersama. Umumnya pertemanan ini ada di kelompok usia muda seperti di masa sekolah. 

Selain itu juga menurut Aristoteles, ada pertemanan yang didasari oleh rasa menghargai atas kebajikan tiap individu. Kehadiran dan kualitas orang tersebut sudah cukup memberi nilai dalam pertemanan ini. Pertemanan ini memerlukan empati, kemauan untuk saling merawat, serta waktu yang lama untuk dapat bertumbuh. Konsep pertemanan ini tidak terbatas pada manfaat dan kesenangannya saja.

Melalui pemikiran tentang pertemanan ini, Aristoteles mengajak kita untuk melihat dunia secara empiris serta mempertimbangkan peran etika dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peran etika dalam pertemanan adalah dengan mempelajari hal ini.

30 hari menulis buruk

Day 2.

Rabu, 22 Maret 2023

ATHEISME: PENOLAKAN TERHADAP EKSISTENSI TUHAN

 


Berbicara tentang eksistensi Tuhan, memang  tidak bisa teraba oleh kasat mata manusia. Namun bagi penganut theisme, keberadaan tuhan dapat dirasakan secara nyata melalui hati sanubari. Konsep ini bertolak belakang dengan atheisme, yaitu sebuah pandangan filosofi yang menolak Tuhan bahkan tidak memercayai akan keberadaannya.

Ada beberapa filsuf yang menolak akan keberadaan Tuhan, yaitu Karl Marx, ia mengatakan bahwa “manusia itu pada hakekatnya tidak beragama, namun ketimpangan sosial-ekonomi yang membuat agama ada. Menurut Marx, ketimpangan sosial-ekonomi yang dimiliki kaum proletar menjadi alasan mereka menganut agama. Kaum proletar yang tak berdaya tertindas oleh kekuasaan sistem kaum borjuis, membuat mereka akhirnya tidak tahan dan lari kepada agama. Dari situ Marx beranggapan, bahwa agama merupakan bentuk protes sekaligus ungkapan penderitaan manusia terhadap ketimpangan sosial-ekonomi. Jika sistem ekonomi memberikan kesejahteraan yang merata, maka agama tidak pernah lahir.

Kemudian Jean Paul Sartre, ia mengatakan bahwa, “kehidupan manusia dikatakan bermakna apabila ia memiliki kebebasan. Keberadaan Tuhan hanya akan menghalangi kebebasan. Menurut Sartre, agar kehidupan manusia bermakna maka eksistensi Tuhan tidak boleh diterima. Baginya, manusia akan kehilangan kebebasan di hadapan Tuhan. Pandangan Sartre tersebut menyiratkan Tuhan sebagai penguasa absolut dan majikan yang kejam, sedangkan manusia sebagai hamba tak berdaya yang diperbudak. Hal ini tentu bertentangan dengan pandangan orang yang beragama, karena sejatinya Tuhan tidak pernah menghalangi kebebasan manusia untuk bertindak.

Sejarah-sejarah agama itu syarat akan kekerasan yang bersinggungan dengan eksistensi Tuhan. Menurut Onfray daripada percaya dengan agama, lebih baik menjadi manusia hedonis dan atheis.

30 hari menulis buruk

Hari ke 1