Mungkin ini adalah pertanyaan atheis bagi sebagian orang. Tapi apa salahnya kita mencari tahu, kenapa sih kita diciptakan,kalau pertanyaan kaum rebahan atau biasa disebut kaum Squidward, untuk apa aku dilahirkan jika akhirnya hanya untuk disakiti.
Ini adalah pertanyaan yang bikin ketawa sampai guling-guling.
Kaum Squidward meyakini bahwa kita diciptakan hanya untuk disiksa.
Baiklah mungkin saya akan menjawab dari buku yang pernah saya baca di 2019 silam
Judulnya mengapa kita diciptakan?
karangan Murttadha muttahari
Mungkin saya akan menjelaskan secara singkat biografi beliau agar pembaca bisa mengenal beliau
Alhamdulilah berkat kesehatan dan kesempatan yang allah berikan akhirnya saya bisa menyelesaikan bacaan buku ini
Mengapa kita diciptakan? (Murtadha muttahari)
Pembahasannya tentang:
1. Tujuan penciptaan, landasan etika personal dan etika sosial
2. Agama, mazhab pemikiran dan pandangan dunia
3. Islam dan penyempurnaan manusia- tauhid
Murtdha muttahari dilahirkan pada 2 februari 1920 difariman, sebuah dusun yang terletak enam puluh kilo meter dari masyhad, pusat belajar dan ziarah kaum syi'ah yang besar di iran timur.
Muthahhari berasal dari keluarga religius yang taat.
Ayahnya hujjatulah islam muhammad husein muthahhari, ia adalah seorang ulama cukup terkemuka yang belajar dinajaf.
Muthahhari memulai petualang intelektual pada usia 12 tahun. Beliau mulai belajar agama secara formal dilembaga pengajaran dimasyhad.
Kemudian pada tanggal 1 mei 1979 muthahhari menjemput syahadahnya. Kronologisnya selasa 1 mei 1979 muthahhari pergi kerumah Dr. Yadullah sahabi, bersama anggota lain dewan revolusi islam. Murthahhari menjabat sebagai kepala dewan revolusi hingga akhir hari syahadahnya.
Kemudian sekitar pukul 10:30 malam beliau berjalan sendiri menuju jalan kecil terdekat, tempat parkir mobil yang akan membawanya pulang.
Kemudian tiba-tiba muthahhari mendengar suara asing memanggilnya, ketika menengok kearah suara itu sebuah peluruh menembus kepalanya.
Pada tanggal 2 mei 1979 jasadnya sisemayamkan dirumah sakit. Dan kemudian ke Qum untuk dimakamkan.
Setiap ajaran yang mempercayai dan meyakini kebenarannya, harus melindungi kebebasan berfikir da berkepercayaan
Kata-kata itu adalah kata yang selalalu ada disetiap bukunya. Kemudian tujuan penciptaan
Ketika kita membahas tentang tujuan penciptaan maka kita akan membahas tentang tujuan hidup kita. Manusia selalu mengajukan pertanyaan seperti untuk apa dia hidup, serta apakah yang semestinya menjadi tujuan hidupnya.
Dalam pandangan islam, seseorang juga harus menanyakan apakah tujuan dan filosofis misi kenabian. Banyak yang mengatakan bahwa tujuan hidup adalah untuk mencari keuntungan materi. Termasuk pandangan yang menolak keniscayaan penyempurnaan manusia dan adanya manusia sempurna. Mereka menganggap bahwa segala sesuatu, termasuk pengetahuan, semuanya harus digunakan untuk memberikan keuntungan( material) bagi manusia. Inilah pendapat banyak orang setelah bacon. Oleh karena itu, mereka tidak mempercayai adanya proses penyempurnaan manusia. Tujuan Sang Pencipta dalam penciptaan merupakan manifestasi kehendak dan keinginan Sang Pencipta. Yang harus dipahami adalah tujuan penciptaan adalah untuk keperluan mahluk itu sendiri, bukan untuk khalik, Sang Pencipta. Manusia diciptakan dengan fitrahnya, fitrah (sebagai) manusia bahwa setiap orang memiliki potensi yang sama dalam dirinya serta mempunyai kemampuan yang sama dalam mencapai penyempurnaannya.Tujuan hidup manusia untuk mencari kebahagiaan dan ketenangan karena hidup adalah mencari kebahagian semaksimal mungkin dan menghindari penderitaan semampu mungkin tetapi bagi kaum Squidward hidup adalah suatu bentuk kesengsaraan. Dengan menikmati manifestasi yang (diberikan) oleh Pencipta dan (berharap) tidak mengalami gangguan oleh mahluk lain. Para nabi diutus untuk untuk membimbing manusia dalam mencari kebahagiaan, yang hanya bisa ditemukan dalam penghambaan tulus kepada Tuhan. Manusia diciptakan untuk mengabdi, dan pengabdian kepada Tuhan adalah tujuan itu sendiri. Manusia harus menemukan Tuhan mana yang akan dia sembah. Sehingga, tujuan penciptaan manusia adalah kembali ke Tuhan. Dan itulah yang ditawarkan Islam. Seperti firman Allah SWT dalam Q.S. 6:162. "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
Setiap manusia memiliki kerangka pikiran yang berbeda. Disini, Muthahhari mengutip pendapat Betrand Russel yang mengatakan bahwa dasar dan asal etika sosial adalah kepentingan individu dalam anggota masyarakat yang merupakan bentuk kesepakatan antarindividu dalam suatu komunitas sehingga kesepakatan itu melindungi kepentingan-kepentingannya.
Dalam Muthahhari, Russel mencontohkan: "Jika saya ingin memiliki sapi tetangga saya, (pasti) tetangga saya juga akan memiliki sapi saya. Saya tidak akan mendapatkan keuntungan malah kerugian. Maka, lebih baik, saya menghargai (kepemilikan) sapi milik tetangga saya, jadi dia pun menghargai (kepemilikan) sapi milik saya sendiri."
Muthahhari juga mengkritisi pemikiran Marxisme, yang menurutnya tidak memperhitungkan nilai-nilai spiritualitas manusia serta kesadaran moral. Menurut Muthahhari, penekanan prinsip ini hanya pada kepemilikan sebagai sumber kezaliman dan penindasan.
karena kepemilikan pribadi harus diganti dengan kepemilikan negara atau komunal sehingga dengan sistem ini setiap orang akan bekerja berdasarkan kemampuannya serta menerima kompensasi dari negara sesuai dengan kebutuhannya.
Menurut kelompok yang bermazhab Marxisme ini, dengan jalan kepemilikan negara akan mewujudkan keadilan, ketenangan, ketentraman yang didalamnya akan terbentuk moral yang baik pula.
Namun konsep ini menurut Muthahhari, tidak dapat dibenarkan dengan alasan bahwa ketika kepemilikan pribadi dihapuskan, kita (akan) masih melihat penyelewengan dan penindasan.
Sehingga, anggapan bahwa sistem komunisme yang terbaik dalam sistem kemasyarakayan adalah klaim yang non sense.
Pemikiran dua tokoh diatas, Betrand Russel dan Marx masih bersifat materi. Sehingga, Muthahhari mempertanyakan konsep nilai dan spiritualnya. Apakah ada "nilai" dari setiap sikap dan tindakan manusia? Walau kata nilai itu sendiri, dapat dipadankan baik dengan sesuatu yang bersifat materi maupun spiritual.Sedangkan hidup ini perlu tindakan yang bertujuan spiritual. Spiritual adalah sesuatu yang paling penting bagi kehidupan manusia. Sehingga melahirkan pertanyaan-pertanyaan, apakah spiritual berhubungan dengan Tuhan, atau spiritual tidak berhubungan dengan kepercayaan kepada Tuhan. Atau spiritual yang tidak berhubungan dengan Tuhan namun memberikan nilai-nilai pada kehidupan spiritual manusia?Pada akhirnya, semua mazhab pemikiran dan sistem sosial memerlukan nilai-nilai spiritual. Sebuah ideologi (baru) yang membuat nilai-nilai materi akan menjadi kuat dan suci. Kesucian ini membuat orang mengorbankan apa saja termasuk kehidupannya sendiri.
Oleh karena itu, setiap mahluk mempunyai tujuan dalam penciptaannya, kepada tujuan itulah ia harus merujuk dalam melakukan semua tugas dan tanggung jawabnya.
aku belum tahu kalau ini termasuk teis,atheis,deis, atau panteis
Teman-teman silahkan menerimanya sendiri
Yang jelas pesan saya
Jangan jadi seperti Squidward yang selalu mengatakan "kalau ada hari esok kenapa tidak dikerjakan besok"
Selamat membaca kawan-kawan
~J:H~
SANG PENAKLUK
Foto ini diambil ketika saya sedang mereview buku mengapa kita diciptakan
Pada tanggal 02-11-2019
Pukul 15:11

Tidak ada komentar:
Posting Komentar