Pengikut

Minggu, 02 April 2023

LUPA ADALAH LUKA BAGI INGATAN

 


Beberapa detik yang lalu, ingatan mengangkat wajahnya, menatap mata ku dengan mata seterang bulan. “lupa adalah luka”, aku mengulangnya dalam benak: “lupa adalah luka bagi ingatan. Suasana kemudian menjadi bisu Kembali. Pelan-pelan, suara loteng berderap kecil. Hujan akhirnya turun dan percakapan singkat tadi seolah-olah ikut menguap Bersama aroma tanah. Sekilas orkestrasi hujan dan dentimh loteng di luar kamar, aku melihat ada senyum tipis yang sedikit mekar di pipi ingatan. Aku masih tidak mengerti ia. Ingatan adalah mahkluk yang misterius.

Mahkluk misterius ini Bernama ingatan, entah kapan ia pertama kali muncul dalam otak. Ia seperti kelinci yang sekonyong-konyong keluar dari topi pesulap. Salah satu menerka usia ingatan adalah mencari tahu pengalaman pertama yang bisa ia terka Bersama ku.

Kadang-kadang ingatan bisa menjadi sangat tak tertebak. Ia bisa menjadi tumpukan kartu yang sudah terkocok sehingga kita tahu cerita apa yang akan muncul di sana. Ia bekerja dengan cara yang bahkan ia sendiri tak mengerti. Ada saat-saat di mana ingatan sangat sedih. Ia sangat tertutup kepada ku. Pernah aku menatap mata ingatan: warnanya temeram, sedikit lindap. Satu-satunya Bahasa yang bisa ingatan pahami dalam saat-saat seperti itu Cuma air mata. Barangkali kita memang perlu merayakan kesedihan dengan cara sejujur-jujurnya.

Belakangan ini, ingatan sudah baik-baik saja. Keramahan di pipinya sudah Kembali. “aku senang, kau sudah baik-baik saja sekarang. Pasti sulit melupakan hal-hal yang bahkan tak dapat kau bicara itu.

Memang sulit untuk menjadi baik-baik saja seperti sekarang, ingatan membalas tanpa menengok ku sama sekali. “tapi lebih sulit untuk melupakan.


30 hari menulis buruk.

day 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar