Pengikut

Jumat, 10 September 2021

IMAJINASI YANG MENIPU

 Terkadang kita dipermainkan oleh imajinasi, hanya menilai orang berdasarkan cara berpakaiannya.

Blaise Pascal

Dalam buku "peenses" Blaise Pascal mengatakan imajinasi merupakan sebuah kekuatan yang paling kuat dalam diri manusia. Sehingga dapat mengesampingkan penalaran manusia. Imajinasi juga dapat membuat kita terjerumus dalam kesalahan ataupun kebenaran. Padahal itu bukan entitas yang real. Seringkali imajinasi dapat membawa kita pada sisi kepalsuan atau kesalahan (falsehood). Tanpa kita sadari imajinasi menjadi salah satu dari sekian banyak sumber kesalahan manusia.

Tidak jarang kita mendefinisikan keadilan, keindahan, dan kebahagiaan dengan sesuatu yang palsu. Begitu juga, imajinasi melahirkan kepercayaan kepada orang lain tanpa ada alasannya.

Tak jarang kita memandang orang lain hanya dari pakaiannya, seperti kita sering sekali memandang orang yang bersorban sebagai ahli agama ataupun ahli kitab, dan memandang orang berpakaian lusuh sebagai gembel dan tak mengerti apa-apa. Orang-orang yang seperti ini adalah orang-orang yang telah disesatkan oleh kekuatan imajinasinya dari pada penalaran, meskipun mereka memiliki penalaran yang baik dan kritis.


Berita hoax sering kali disebarkan karena kurangnya penalaran. Alih-alih berpikir mereka lebih menggunakan imajinasi mereka yang seringkali menjerumuskan ke sisi kesalahan.

Kita terlalu terpaku pada imajinasi-imajinasi yang terlihat rasional, tetapi ketika ditelaah justru sangat tidak masuk akal. Sampai sekarang imajinasi ini masih kita junjung. Bukan hanya perihal agama, dan sains tetapi kita sering kali menjunjujung tinggi budaya penyebaran hoax. Dan akhir-akhir ini selalu diberitakan bahwa di negara  ini darurat berita jujur. langkah untuk mencegah belum terealisasikan sampai sekarang. Dan mereka yang menghukum orang menyebabkan hoax itu tidak sepenuhnya dilakukan dari akarnya, tapi hanya mengambil Sempelnya saja, siapa yang dilihat pertama menyebarkan maka dia yang ditangkap, padahal ada dalang dibalik penyebaran berita bohong tadi.


Manusia memang selalu ditipu oleh imajinasinya sendiri.


~Sang Penakluk~


















Jumat, 03 September 2021

KEBENARAN YANG MENGGELISAHKAN


                     

Iman adalah pilihan, siapapun yang mengatakannya sebaliknya, maka dia sedang mencoba untuk mengubah kamu. (Reza Aslan)

 

Kita tentu mengetahui bahwa kredo itu adalah sebuah pilihan, tetapi kredo kita dibentuk dari kita sejak kecil, dari pengetahuan awal kita yaitu orang tua.

Kita harus mengimani apa yang orang tua katakan. Bahkan animisme yang saya pikir sudah lama tidak ada karena mungkin seperti atenisme menjadi tidak terkenal setelah kematian pendirinya, sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagaian kelompok dan kamu ketika didalam ruang lingkup seperti itu diharuskan untuk percaya seperti yang orang tua kamu percaya.

 

Ini adalah sebuah kesalahan logika berpikir, kita dituntut mempercayai sesuatu yang kita tidak tau apa manfaatnya untuk kita. Dan anehnya kebenaran selalu diukur dari banyaknya orang yang mempercayai itu. Kita memang hidup dizaman yang namanya pasca kebenaran atau biasa kita sebut dengan posttruth.

Dimana pemikiran kita dituntut untuk sama dengan orang lain.

 

Kita mungkin pernah diceritakan tentang kisah Dewa Sumeria Enki dan Atrahasis, tetapi dalam agama ibrahimik diceritakan Enki dan Atrahasis diganti namanya. Seperti di dalam Alkitab Atrahasis diganti dengan Nuh, dan Enki diganti dengan  Yahweh. Dalam Alquran juga Nuh sebagai Atrahasis dan Enki diganti Allah. Masing-masing dikerjakan ulang tergantung siapa yang menceritakan tentunya untuk mencerminkan budaya dan agama mereka. Dan kita harus mempercayai sesuatu yang diceritakan berulang-ulang itu dan menganggap cerita Agama lain tidak dibenarkan, padahal sumbernya sama hanya saja tergantung siapa yang menceritakan

Dalam buku Reza Aslan diceritakan tentang kisah Atrahasis dan Enki, saat itu sebelum manusia ada para Dewalah yang mengerjakan semua yang dikerjakan oleh manusia saat ini seperti menggeruk rawa membajak sawah tetapi dewa-dewa saat itu mengatakan bahwa pekerjaan mereka terlalu berat, pergilah mereka kepada dewa yang diagungkan yang bernama Enlil, Enlil adalah dewa penasehat dalam cerita sumeria. ini mungkin bisa disebut dengan pemberontakan sebab mereka harus melakukan tugas yang tak seharusnya mereka lakukan, perdebatan pannjang antara para dewa. kemudian Enlil berkonsultasi dengan dewi rahim kemudian dengan bantuan dewa bijak Enki dicampurlah tanah liat dengan darah dan menciptakan tujuh laki-laki dan tujuh perempuan kemudian mereka diturunkan dibumi.

seiring berjalannya waktu umat manusia terlalu berisik karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan membuat para dewa marah. dan diputuskanlah untuk membanjiri umat manusia sehimgga para dewa bebas dari kebisingan. dan dibumi ada seorang pria yang sangat saleh bernama  Atrahasis. dalam mimpinya Enki datang ke Atrahasis dan membuat suaranya bisa terdengar. Enki berkata " bongkar rumahmu dan bangun bahtera".

sepotong cerita dari sumeria itu bisa kita lihat di agama saat ini kita anut dengan orang berbeda.

Agama yang kita anut tergantung dari agama apa yang dianut oleh orang tua kita dan dari situ kredo kita dibentuk. Kita tidak bisa memilih sebab menyalahi norma-norma agama.

sampai kapan kita harus mengikuti logika para orang tua?


 

SANG PENAKLUK

 

 

Jumat, 09 Juli 2021

MENCARI MAKNA DIBALIK REALITAS



Pernakah anda berfikir bahwa internet ini sudah mengambil alih haknya tuhan?

Sebelum bernama “INTERNET” awalnya ia bernama “ARPANET”. Sekelompok akademisi yang didanai pemerintah saat itu mengerjakan proyek berbagai komputer, mengirimkan pesan dari komputer Host Sigma 7 Universitas California ke SDS 940 komputer induk di Stanford Research Institute. Ini adalah pertama kalinya dua komputer berkomunikasi dari jarak jauh, dan “ARPANET” lahir. Menjelang satu dekade dan sedikit penyesuaian kemudian penelitian pemerintahan ini memiliki nama baru yaitu internet.

Pada hakekatnya manusia adalah mahluk yang harus mempunyai sesuatu yang dipujanya atau dalam bahasa agama ibrahimik Tuhan yang menciptakan bumi ini dan mengatur segala sesuatu yang berada di dalamnya. Namun seiring berjalannya waktu, makna Tuhan itu sendiri cenderung memudar. Meminjam perkataan Nietzsche yang memproklamirkan kematian tuhan, ia mengatakan bahwa Tuhan telah mati dan manusialah yang membunuhnya.  perkataan Nietzsche ini menurut saya terbukti terjadi di era post truth ini. Manusia seakan akan menghamba kepada internet (medsos). Manusia sekarang yang menghamba kepada maha data, jika mereka tidak update status sehari saja dianggap mereka tidak ada didunia ini. Jika pada awalnya Descartes mengatakan bahwa aku berfikir maka aku ada, diera abad ke-21 ini mereka mengatakan aku update status maka aku ada. Tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang berketergantungan terdahap internet dan mereka akan menghamba kepada internet.

Pada awalnya internet adalah proses berkomunikasi antara orang yang dekat dan yang jauh, kini menjelma menjadi momok yang menakutkan bahkan menyaingi Tuhan. Semua doa-doa tidak di lantunkan lagi di tempat ibadah yang seharusnya, melainkan di dunia yang serba data ini (sosmed). Bahkan internet secara tidak langsung merampas data-data pribadi kita yang sewaktu-waktu akan dipakai jika mereka memerlukannya.

Kejadian sebelumnya terjadi pada saat pemilihan presiden Donal Trump melawan Hilary Clinton. Data-data dari sosial media itu dipakai untuk kepentingan demokrasi saat itu dan yang menanggung kerugian adalah kita sendiri. Tetapi sisi positifnya banyak juga bisa membantu masyarakat dan negara terhadap perekonomiannya bahkan bisa membantu jalannya demokrasi agar berjalan dengan baik.

Maknailah internet dengan bijak, agar supaya tidak menghancurkan.

 

 

~SANG PENAKLUK~

 

Sabtu, 29 Mei 2021

GELANDANGAN DAN HILANGNYA SEBUAH HARAPAN


 

 

Aku telah mencoba untuk hidup dengan sebaik mungkin, maka menjelang ajalku kini yang kurasakan justru kegembiraan, bukan ketakutan (sabda gelandangan).

 

Akhir-akhir ini aku sering melihat gelandangan yang makin hari makin banyak. Lalu siapa yang patut disalahkan? Tentu saja pemerintah, mengapa? Karena pemerintahlah yang harus kita salahkan akibat ketidak mampuan mereka mengurusi kemiskinan.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, gelandangan diartikan sebagai orang yang tidak memiliki tempat kediaman dan juga pekerjaan. Gelandangan juga dicitrakan sebagai masyarakat terpinggirkan. Meminjam kata-kata Rhoma Irama dalam lagunya “Gelandangan” diceritakan bahwa ratapan seorang tunawisma ( Gelandangan) yang penuh dengan ketidakpastian seperti hidup menyusuri jalan, menjadikan langit sebagai atap rumah dan tanah sebagai lantainya.

Menjadi gelandangan adalah ketika manusia kehilangan harapan dan tujuan. Yang mereka harapkan hanyalah memiliki keluarga seperti manusia-manusia normal pada umumnya. Lantas untuk seorang gelandangan jangankan keluarga, orang-orang yang hanya dia mau mengungkapkan keluh kesahnya saja tidak ada. Bahkan orang-orang yang berpapasan dengannya cenderung mau peduli dengannya. Mungkin mati adalah cara terbaik untuk seorang gelandangan sebab mereka semua orang-orang yang kehilangan harapan.

Hidup memang penuh dengan ketidakpastian, hak untuk hidup yang tenang di negara ini hanya milik orang-orang yang berduit, sedangkan yang tidak berduit siap-siap anda menjadi gelandangan. Bukankah negara ini negara yang kaya raya? Kok masih banyak gelandangan yang berkeliaran? Sungguh luar biasa negara ini, meminjam kata-kata Enau “negeri lucu”.

Orang-orang yang berpapasan dengan gelandang cenderung jijik melihatnya. Jika saat itu Nietzsche memproklamirkan kematian tuhan saat ini aku memproklamirkan nilai-nilai kemanusiaan telah hilang. Orang-orang melihat bahwa menelantarkan orang lain (gelandangan) itu bukan disebut kejahatan. Padahal jelas-jelas bahwa itu adalah kejahatan yang terstruktur. Saya menganggap bahwa pertimbangan akalnya logis tapi perasaannya beku. Makin modern kemanusiaan itu hilang, kemajuan pada kenyataannya memperbudak manusia. Keunggulan teknologi hari ini membawa manusia dalam petaka. Manusia mulai berkubam dalam masalah.

 

Pada hakekatnya kita di wajibkan untuk menghormati setiap orang bahkan itu gelandangan. Meminjam kata-kata Immanuel Khan pria paling disiplin dalam hidup ini mengatakan bahwa “ manusia memiliki martabat dalam diri yang harus dihormati”  mungkin seorang rasional yang kaku tapi melalui dirinya akal sehat dijernihkan dan prinsip moral di kembangkan.

Manusia hidup dengan tingkat kesadaran yang berurutan. Pada fase anak yang tumbuh adalah eksplorasi. Keinginan untuk menikmati apa yang dianggap menyenangkan. Fase remaja adalah transaksi. ketika kita melakukan sesuatu harus ada imbalannya. Sedangkan fase kedewasaan adalah dimana tindakan kita Menjadi sebuah kebiasaan yang bisa memberi makna. Nah, jika hari ini kemanusiaanmu hilang artinya kamu  masih dalam fase anak-anak. Ada juga yang mau menolong tapi selalu di foto atau dividio lalu di kirim ke sosial media itu artinya kamu berada di fase remaja yang melakukan sesuatu harus ada imbalannya. Imbalannya apa? Ya kamu hanya menginginkan pengakuan bahwa kamu peduli dengan orang lain. Kalau kata Immanuel Khan Dinamai dengan “kesadaran”.

Bertindaklah dengan mendudukan kemanusiaan, baik berlaku untuk diri sendiri, Maupun orang lain, Senantiasa sebagai tujuan bukan sarana. Sebenarnya harapan itu bisa tumbuh kalau kita dalam membangun hubungan apa saja selalu meletakan tujuan sebagai nilai tertinggi bukan sarana. Harapan hancur karena kita sering memperlakukan manusia lain sebagai sarana bukan tujuan. Kejujuran itu sepenuhnya baik karena kejujuran itu satu-satunya bentuk komunikasi yang tidak memperlakukan orang lain sebagai sarana. Terakhir meminjam kata-katanya Eric Fromm, ia mengatakan bahwa “ manusia harus kembali untuk berani  mengikat komitmen pada prinsip-prinsip mendasar.

 

 

Julman Hente

 

Sang Penakluk

 

Senin, 03 Mei 2021

DISKRIMINASI PEREMPUAN DAN BELANJA RAMADHAN



Sejak zaman dahulu , perempuan selalu menarik untuk diperdebatkan. Meminjam perkataan hegel dia mengatakan bahwa dunia hari ini merupakan gema dari zaman yang terdahulu.

Didalam sebuah agama, perempuan identik dengan tulang rusuknya laki-laki. Stigma ini menandakan bahwa perempuan itu lemah dan harus dilindungi. Tetapi dalam bukunya quraisy shihab membumingkan alquran dia mengatakan bahwa perempuan itu bukan diciptakan dari tulang rusuknya laki-laki tetapi diciptakan dari sejenis adam (tanah). Dan bukunya quraisy sihab ini membuka paradigm berfikir kita bahwa pada hakekatnya perempuan itu tidak lemah dan tidak harus dilindungi.

Bergeser ke Yunani, Plato  filsuf yang lahir pada 427 SM, ia menuliskan tentang perempuan : “ saya bersyukur kepada dewa-dewa atas delapan berkat”, salah satu berkat itu tidak terlahir sebagai perempuan. Bahkan muridnya pun mengatakan bahwa: “ perempuan terlahir sebagai lelaki yang tak sempurna. Lahir sebagai perempuan hanya akan memberikan citra yang jelek terhadap keluarga. Jika kita membaca buku-buku yang  ditulis oleh merek, kita akan menemukan sifat mereka yang begitu maskulin.

Dari Yunani kita bergeser ke Afrika. Di afrika atau tepatnya di Ghana selatan kita akan menemukan bangsa Ashanttes.  Ketika ditemukan pertama kali bangsa Ashanttes ini berjumlah 700.000 an orang bahkan memiliki banyak keturunan yang berpendidikan. Bangsa Ashanttes dipimpin oleh seorang Raja, ia memiliki hak istimewa atas banyak hal. Raja  memiliki hak mewarisi seluruh kekayaan warganya yang meninggal dunia. Ketika wanita sudah ditinggalkan istrinya, Raja dengan leluasa bias mengangkat perempuan itu sebagai istrinya. Bahkan jika ada yang mau kawin sama perempuan itu harus meminta izin sama Raja.

Diskriminasi terhadap perempuan tetap berlanjut. Pada era zaman  jahiliya, perempuan adalah mahluk yang paling rendah. Setiap kali bayi perempuan lahir maka orang tuanya bebas membunuh atau mengubur hidup-hidup terhadap anak itu. Sama seperti perkataan aristoteles tadi,bahwa perempuan itu citra buruk terhadap keluarga. Di arab saat itu perempuan adalah lambing dari rasa malu dan kelemahan bagi keluarganya. Lain lagi jika di Mesir jika perempuan kedapatan keluar rumah makan akan dicambuk bahkan dipermalukan didepan orang banyak. Makannya saat itu perempuan jika hendak mau keluar harus memakai hijab (cadar).

Diskriminasi perempuan berlanjut hingga sekarang, metode yang digunakan berbeda dengan cara-cara seperti yang sudah dibahas diatas tadi. Pada masa kecil saja permainan perempuan sudah dibedakan dengan laki-laki hal ini memperpanjang penjajahan kapitalisme. Perempuan selalu dilambangkan dengan yang mewah-mewah. Bahkan seiring berjalannya waktu laki-laki ketika menyatakan cinta kepada perempuan menggunakan emas atau berlian.

Nah, dibulan ramdhan ini lagi-lagi  kapitalisme menggunakan metode yang terbaru, jika meminjam teori Baudrillard tentang simulasi hyperrealitas: “ hyperrealitas seratus persen terdapat dalam simulasi” hyperrealitas tidak diproduksi,tetapi  ia selalu siap untuk direproduksi. Ia adalah sebuah simulasi yang nyata, lebih cantik dari yang cantik, dan lebih elok dari yang elok. Ramdhan pada hakekatnya untuk menyucikan jiwa tenyata hanya jadi ajang untuk belomba-lomba memamerkan kekayaan. Para kaum kapitalis melakukan simulasi melalui media-media yang ada. Dan anehnya perempuan selalu sebagai korban dari kaum kapitalis ini. Contohnya seperti lomba yang diciptakan untuk memamerkan sebuah gaun atau mike up yang indah. Dan secara tidak langsung perempuan dijajah untuk diwajibkan membeli barang yang dipamerkan. Jika perempuan tidak membelinya maka perempuan itu tidak akan mendapatkan pengakuan dari orang-orang bahwa dia cantik.

Pada hakekatnya puasa itu untuk lebih mendekatkan diri kita kepada sang pencipta bukan untuk saling ajang pamer barang-barang yang diproduksi oleh kapitalisme global.

 

Sebagai penutup meminjam kata-kata sujiwo tejo “untuk memahami perempuan bukan tentang apa yang diucapkannya, tetapi tentang sesuatu yang tak terucap.

Rabu, 21 April 2021

AGUSTINUS DAN HAKEKAT BERPUASA

 

MARHABAN YA RAMADHAN


Puasa membersihkan jiwa, membangkitkan pikiran, mengarahkan kedagingan pada roh, membuat kerendahan hati, menghancurkan nafsu birahi, memadamkan api nafsu, menyalakan cahaya kesucian sejati dan masuk kembali kedalam dirimu. (Agustinus)

Berbicara tentang puasa, semua agama abrahamik menganjurkan untuk berpuasa sebab dari berpuasa kita akan memperoleh kebahagiaan dan nilai-nilai kemanusiaan kita semakin bertambah.

Dalam pandangan Agustinus puasa itu memiliki 2 poin yaitu asketis dan spiritual, asketis berbicara tentang bagaimana manusia mempersiapkan diri untuk melawan segala godaan termasuk makan dan minum. Sedangkan spiritualitas berbicara tentang kebahagiaan, memperkaya fikiran dan juga hubungan antara kita dengan Tuhan dan juga manusia.

Sejatinya berpuasa itu tidak perlu ada unsur paksaan, biasanya orang berpuasa itu karena ada maunya saja. Ada yang berpuasa karena ingin diet, ada juga karena orang tuanya yang nyuruh. Pada hakikatnya puasa itu bukan melawan tubuh kita untuk makan dan minum tapi justru untuk memperbaiki tubuh kita. Puasa juga menandai moral. Dalam pemikiran Agustinus ada tiga tahapan dalam berpuasa pengampunan, rekonsiliasi dan perdamaian.

Kalau di agama yang dianut Agustinus ia puasa dilakukan pada hari Rabu dan Jum’at , hari Rabu untuk memperingati putusan membunuh Yesus sedangkan hari Jum’at untuk memperingati penyaliban Yesus.  Dalam hal ini Agustinus juga memiliki kebiasaan berpuasa setiap hari ia memiliki kebiasaan tidak makan dan minum sampai jam tiga sore sebab menurutnya berpuasa itu untuk membenahi diri kita.

Selamat menunaikan ibadah puasa

 

Penulis

Sang Penakluk

 

Rabu, 07 April 2021

Kelaparan dan keadilan yang tak adil


 Bagi saya definisi santun adalah berjuang mewujudkan keadilan sosial buat rakyat, tidak mencuri uang rakyat itu namanya santun. Kalau cuma ngomong doang yang santun tapi mencuri itu namanya bangsat. 

(Basuki Tjahaja Purnama) 


Seseorang dikatakan mencuri jika dia miskin, dan jika orang kaya mencuri mereka menyebutnya dengan korupsi (bahasa gaulnya) mereka nggk mau disamakan dengan orang miskin maka di katakanlah dengan korupsi. perbedaan ketika orang miskin mencuri adalah kelaparan, orang miskin jika sudah lapar dan tak tahu lagi mau gimana langkah yang paling ampuh adalah mengemis atau mencuri. Tetapi menurut mereka mengemis adalah sesuatu ajaran yang tak baik menurut teori kredo. sedangkan orang kaya yang mencuri untuk kenikmatan dan memperkaya diri sendiri tanpa memperdulikan nasib manusia lain. 

orang kaya tak pernah peduli dengan si miskin, mereka hanya mau mengsejatrahkan keluarganya sendiri dan membiarkan orang lain kelaparan. 

Ketika mereka pengen terkenal didunia maya mereka memotret orang miskin yang lagi tersenyum dan mengatakan kebahagiaan itu tak harus dengan uang. Ini menurut saya tak ubahnya dengan iblis, bahkan melebihi iblis sebab iblis jika bisa dilihat mungkin mereka lebih baik dari manusia-manusia kaya yang mementingkan diri sendiri. 

sudahkah kalian peduli hari ini? mau sampai kapan kerakusan ini ada? 

Kamu tau bunyi apa yang paling diharamkan? Bunyi yang diharamkan itu adalah bunyi piring dan sendok yang kedengaran orang yang sedang kelaparan. 

apakah kamu masih berbangga dengan kekayaanmu? Mungkin kelaparan ini akan terus berlanjut sampai kapanpun dan jika terus ada mungkin derita cinta akan lahir. 

Tubuh ini ibarat maryam dan jika derita cinta lahir maka Yesus akan lahir. 




Minggu, 21 Maret 2021

COGITO ERGO CAR (ACAR)

Menghina Tuhan itu tidak harus menginjak-nginjak kitab suci, kamu khawatir tidak makan besok itu sama halnya menghina Tuhan. (Bukan Sudjiwo Tedjo)

Tulisan ini sebenarnya tidak terlalu penting untuk dituliskan, sebab tulisan ini hanya membahas tentang sebuah perjuangan anak kos untuk mencari acar (makanan). 

Hiruk pikuk kehidupan hari ini membuat kita lebih dewasa dalam menghadapi suatu masalah termasuk penyakit anak kos yaitu kelaparan (tanggal tua). tetapi aku termasuk orang kelaparan yang berbeda, sebab kalau orang lain kelaparan, mereka pasti nyari makanan. Kalau aku berbeda, ketika aku kelaparan yang keluar dari otak ku adalah pemikiran-pemikiran kritis menyaingi Jean Baudlier.

kalau kata Jean Baudlier dalam teorinya simulasi-simulakra, semua yang di dunia ini sudah tidak ada lagi yang realitas, yang ada tinggal hyperrealias. Dan tepat sekali manusia sekarang kepeduliannya hanya lewat media (sosmed) sudah tak ada lagi yang realitas yang ada tinggal hyperrealitas.

lewat tulisan ini semoga yang membacanya bisa lebih peka terhadap orang-orang yang di sekitarnya. Rumi berkata musik apa yang diharamkan, bunyi sendok dan garpu orang sedang makan sedangkan tetangganya dibiarkan kelapara.

SEBUAH SENI UNTUK BERTAHAN HIDUP

~COGITO ERGO CAR (ACAR)



~SANG PENAKLUK~

Jumat, 05 Maret 2021

Mati dalam perjuangan

"saya wanita dan akan tetap bersama karakter itu. Bukan perihal cinta itu dimulai, tapi dimana ia berakhir."

Rosa Luxemburg


tepat tanggal 5 Maret perempuan sang pejuang revolusioner dilahirkan didunia. Ia bernama Rosa Luxemburg. Lahir di zamose, kongres Polandia, kekaisaran Rusia pada tahun 1871. Ia lahir dari keluarga Yahudi yang tinggal di polandia pada 1871. Ayahnya seorang pedagang timah, ibunya seorang keturunan rabi. mereka hidup dalam suasana ketika kebencian terhadap orang-orang yahudi sangat kuat. bahkan Rosa Luxemburg sering sakit-sakitan pada saat kecil.

Pada masa sekolah dia sering dikucilkan, mungkin karena dia orang Yahudi dan juga sering sakit-sakitan. Karena ia sering sakit-sakitan, waktunya dihabiskan untuk membaca dan mengembangkan ide-ide nya.

sungguh wanita yang sangat luar biasa bagiku, sakit dan dibenci bukan menjadi penghalang buat Rosa Luxemburg untung mengembangkan ide-ide nya. Ya, kalo zaman sekarang mana ada wanita seperti ini. Mungkin ketika Tuhan kasih cobaan sedikit pasti udah mengeluh dan mengatakan "Tuhan tidak adil" itulah wanita zaman sekarang.

Balik lagi ke pembahasan Luxemburg, sebagia seorang perempuan ia juga pasti merasakan jatuh cinta terhadap lawan jenisnya. ia terpikat kepada lelaki tampan yang berambut merah, ia bernama Leo Jogiches. Leo Jogiches terkenal dengan kepandaiannya, ia juga seorang aktivis politik yang tak kenal takut dan lelah. Tak ayal seorang Rosa terpikat kepada Leo Jogiches. Rosa Luxemburg jatuh cinta kepada laki-laki ini baik secara emosional maupun intelektual.

Rosa Luxemburg ini seorang filsuf, marxis, bahkan ia juga pernah dipenjara bertahun-tahun. Menurutku perempuan itu seharusnya seperti Rosa Luxemburg, rela dipenjara, bahkan dibunuh secara keji pada tahun 1919.

Dalam bukunya The Latters Of Rosa Luxemburg, diceritakan bahwa ia dipenjara dari tahun 1904-1906. Waktu yang cukup lama untuk seorang perempuan yang dikunci dari jeruji besi akibat menyuarakan perlawanan terhadap kapitalisme. Setelah dia keluar dari penjara ia menentang dengan keras karena terjadinya perang dunia pertama. 

Walaupun Rosa Luxemburg seorang marxis, ia sering kali bertentangan dengan Pemikir marxis pada masanya. Terutama yang banyak dipengaruhi oleh Lennin, karena pengikut lenninisme menyuarakan bahwa sebuah revolusi akan berjalan, apabila ada satu partai yang menjadi pusat seluruh jalan revolusi. Sementara bagi Rosa Luxemburg revolusi akan berjalan, hanya jika kelas pekerja lah yang bergerak pada dirinya sendiri yang akan membawa politik ke arah yang lebih baik.

Rosa Luxemburg hanya bercita-cita bahwa ia ingin menciptakan perubahan dari masyarakat kapitalis, menuju masyarakat komunis Melalui kekuatan kaum pekerja.

Selamat hari lahir perempuan tangguh. Semoga akan selalu lahir perempuan-permpuan tangguh seperti dirimu


~SANG PENAKLUK~

~J:H~





Rabu, 10 Februari 2021

Budi yang disalah pahami


Laut tetap kaya takkan berkurang, cuma hati dan Budi manusia semakin dangkal dan miskin. ( Pramoedya Ananta Toer)

Sejak kecil kita selalu disuguhkan dengan kata Budi dan keluarganya. tetapi kita lupa akan makna Budi yang disampaikan. Yang kita pahami tentang Budi hanyalah namanya dan tanpa maknanya. padahal jika kita menelitik lebih dalam Budi itu berfilsafat. "setiap manusia dari kodratnya ingin tahu." Demikian kata Aristoteles. Budi pekerti adalah sebuah cara pikir dan perbuatan.
Manusia dari kodratnya merupakan mahluk berfikir, ingin mengenal, menggagas, dan segala sesuatu yang berpartisipasi dalam kehadirannya.

Filsafat berangkat dari ketidak tahuan atau keheranan. dalam sejarah filsafat Yunani, keheranan ini ditampilkan oleh Thales. Thales memikirkan asal-usul dari segala sesuatu yang ada. demikian Thales memiliki unsur dasar pemikirannya  yaitu air. aktivitas Thales ini disebut aktivitas berfilsafat karena berupa suatu pencarian rasional akal Budi sampai ke akar-akarnya.

Jauh sesudah Thales, Socrates akan menggeser perhatian dari pencarian rasional terhadap alam semesta ke seluk-beluk hidup manusia.
Socrates menggagas pengertian hakiki hidup manusia, hidup bersamanya, dan tujuan hidup manusia. wilayah-wilayah politik, etika, sastra, tata negara, bahkan Tuhan dengan demikian menjadi bidang pergulatan filsafat  sejauh bisa didekati akal Budi. makannya kata filsafat itu adalah cinta kebijaksanaan maka berkaitan dengan Budi pekerti.

diindonesia Budi sangat melekat dengan pelajaran sehari-hari, tetapi kita tidak pernah menangkap makna dari kata Budi itu.  Budi juga bersangkut paut dengan tingkah laku manusia. Jika kita ingin belajar filsafat peran yang paling penting adalah akal budi, karena setiap manusia dari kodratnya mempunyai desakan untuk mengenal, mencari tahu, dan mengejar pengetahuan.

dari proses mencari tahu, dan mengenal kita disebut dengan pencari kedalaman. karena kebenaran itu ada didalam kedalaman.
Maka dari itu puncak dari filsafat adalah bijaksana dan mengetahui bahwa kita tidak tau apa-apa. Banyak sekali kita pelajari tentang Budi, seharusnya kita merefleksikan kembali ingatan kita tentang Budi.

Aku berbudi maka aku ada
Refleksi di tahun 2021.

~Sang Penakluk~
~J:H~





Senin, 08 Februari 2021

Dari pemahaman sampai ke pengalaman


Memahami tanpa mengalami itu ceroboh, dan mengalami tanpa memahami itu sia-sia.
(Bukan jean piaget)

Kalian pasti pernah membaca atau pernah mendengar tentang teori Jean Piaget. 
Jean piaget lahir di Swiss pada tahun 1896 dan meninggalnya tahun 1980, ayahnya seorang profesor sejarah, dan ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa. di usia 10 tahun dia sudah menerbitkan buku tentang burung gereja, tetapi burung gereja yang berwarna albino.

Dalam teori Jean Piaget Dia mengatakan bahwa " pengalaman mendahului pemahaman" maksutnya adalah kita tidak bisa memahami sesuatu tanpa kita mengalaminya. Contohnya adalah, orang yang tidak kuliah di-IAIN menganggap bahwa mahasiswa IAIN itu bisa mengaji semua (pemahaman), setelah mereka masuk ke IAIN ternyata tidak semua mahasiswa IAIN bisa mengaji (pengalaman).

Tetapi, jika kita mengkajinya bahwa, seharusnya pemahaman itu mendahului pengalaman. contohnya adalah korek bisa tercipta tanpa kita memahami dulu bentuk korek itu seperti apa. Jadi seharusnya pemahaman yang mendahului pengalaman.

Tetapi ke-dua itu tidak bisa di pisahkan. untuk bisa mencapai sesuatu tujuan, kita harus memahami dan mengalami agar supaya kita bisa memahami seseuatu hal yang baru.

Dalam teorinya Hegel itu disebut dengan dialektika. Dialektika menurut hegel adalah sesuatu yang dipertentangkan kemudian di-damaikan. maksudnya adalah kita harus memahami dulu, kemudian kita mengalami tentang pemahaman sebelumnya, dan kita mendapatkan pemahaman yang baru dari pengalaman sebelumnya, tanpa menghilangkan pemahaman yang sebelumnya. Atau disebut dengan tesis, antitesis, dan sintesis.

Dari pemahaman menuju pengalaman dan menuju ke-pemahaman yang baru, Manusia butuh mengembara, dan sifatnya manusia itu selalu butuh sesuatu untuk mengutuhkan dirinya.
Dari pemahaman itu kita akan bertemu dengan kata tanpa makna, maka tidak ada kebenaran apapun yang tinggal hanyalah kata tanpa makna. Tetapi menurut Deridda " makna secara inheren tidak ada dalam kata yang ada hanyalah permainan kata".

Manusia dibekali akal dan anggota badan untuk memahami dan mengalami. mana kala ia berhenti hidup dalam terang akal pikiran yang jernih dan sehat, ia menjalani hidup dengan meliburkan esensi kemanusiaan-nya. meski dengan atas nama apapun ia melakukannya.

~SANG PENAKLUK~










Sabtu, 06 Februari 2021

RESAH HMI DAN DUALISME YANG TERJADI


 HMI adalah organisasi mahasiswa tertua yang masih eksis sampai sekarang di-indonesia, pemrakarsa nya adalah kanda Lafran Pane beserta 14 teman lainnya.

Tepat pada tanggal 5 Februari 2021 kemarin HMI genap berumur 74 tahun, tentunya bukan umur yang begitu mudah lagi.

Tetapi dibalik kebahagiaan ulang tahunnya HMI ini masih saja ada ego yang selalu menghantui orang-orang didalamnya, sampai saat ini HMI (Dipo) masih  dualisme jabatan, tak hanya di pengurus besar (PB) tetapi sampai ke ranting-rantingnya (cabang) dan dualisme ini terus berlanjut sampai dengan sekarang.

Apakah organisasi tertua seperti HMI tidak bisa menyederhanakan persoalan seperti ini?

Memang benar ternyata semakin dewasanya seseorang maka akan semakin sulit menyederhanakan persoalan, Saya rasa kita perlu belajar dari anak kecil. Anak kecil ketika ada konflik didalam suatu permainan dengan cepatnya mereka akan berteman lagi tanpa ada musuhan.

Anak kecil dengan cepatnya menyederhanakan sebuah persoalan. Karena anak kecil cendrung menggunakan akal sosialisnya dari pada ego.

Ego (egocentrim) adalah ketidak mampuan seseorang membedakan antara kepentingan pribadi dan kepentingan orang banyak.

Ketika ada orang seperti ini sebenarnya levelnya masih dibawah 2 tahun, maka dari itu sebenarnya kita harus membuka cara berfikir kita lagi agar tidak seperti anak dibawah umur.

Kemudian kurangnya kader-kader kritis, mereka mau hanya selalu di isi atau ditampung pengetahuan nya tanpa ada pembanding dari pengetahuan nya sendiri.

Kita ini terlalu banyak terpengaruh oleh lingkungan sekitar kita, akibatnya kurang kritisnya menghadapi suatu persoalan (acuh tak acuh)

Persoalan nilai di demo, apalagi soal jabatan, tetapi ketika Galang dana untuk korban bencana kemana? Padahal aksi yang paling mulia itu ketika kita angkat bicara terhadap kemanusiaan bukan jabatan.

Semoga organisasi tercintaku ini bisa kembali seperti sedia kala, seperti kanda Lafran pane membuatnya.

Selamat hari lahir Kanda Lafran pane 5 Februari 1922 dan organisasi HMI 5 Februari 1947


Yakusa

~SANG PENAKLUK~

Rabu, 20 Januari 2021

KEKAYAAN, KEKUASAAN, DAN KEPERCAYAAN

Pada awalnya hidup manusia tidak tergantung dengan kekayaan, kekuasaan dan tuhan. mereka hanya mempercayaai sesuati itu jika mereka anggap sakral. seiring datangnya agama, manusia-manusia menjadi serakah dan selalu mengatakan bahwa agama kami lebih benar dari pada agama mu. bahkan sampai menghalalkan segala cara (membunuh) untuk membela suatu agama tertentu.

setiap penjajah pasti ada sesuatu yang di rampas dari jajahannya yaitu gold, glory, and god. tiga poin ini selalu  dibawah oleh sang penjajah. dari keserakahan orang-orang itu kepercayaan atau keyakinan yang sudah lama dipercayai di renggut begitu saja dengan ancaman bahwa jika kau tak mengikuti kami, kamu akan dibunuh.

setiap kekayaan, kekuasaan dan  kepercayaan pasti ada yang mengaturnya, dan yang mengatur itu adalah disebut dengan negara. menurut thomas hobbes dalam bukunya "LEVIATHAN", leviathan adalah nama binatang di dalam mitologi timur tengah yang amat buas. didalam filsafat hobbes leviathan adalah simbol suatu negara. seperti leviathan negara haruslah haruslah berkuasa mutlak dan ditakuti oleh semua rakyatnya, karena hanya dengan cara inilah semua manusia-manusia dapat mengalami ketertiban dan kebahagiaan.
 
tetapi dari teori tersebut menurut saya bahwa bukan hanya negara yang bersifat buas, orang-orang yang menguasai negara-pun seperti leviathan. apa yang menggerakan manusia menjadi seperti itu? (what makes him tick)  menurut hobbes manusia itu hanya seperti mekanis belaka. manusia adalah setumpuk material yang bekerja dan bergerak menurut hukum-hukum ilmu alam. kesimpulan hobbes adalah yang menggerakan manusia untuk melakukan sesuatu hal adalah nafsu.

dari sebelum terbentuk suatu negara, saat itulah manusia tidak bersifat sosial. manusia hanya cenderung mempertahankan dirinya. karena sifat seperti ini manusia cenderung mencurigai manusia lain (homo homini lupus omnes) atau manusia adalah serigala bagi sesamanya. keadaan ini menjadi  perang melawan semua (bellum omnium contra omnes)

sebenarnya setiap manusia itu memiliki kebebasan untuk memilih dan setiap manusia bebas menggunakan miliknya (harta) tanpa bergantung pada orang lain. Tetapi seiring adanya negara, negara yang seharusnya melindungi setiap rakyatnya malah menjajah rakyatnya sendiri.

Dan negara saat ini saya rasa kalau soal kepercayaan sudah sesuai dengan kaidah-kaidah tentang kenegaraan bahwasannya negara tidak boleh menganut agama apapun. Apalagi jika meniadakan atau membatasi suatu agama. Negara harus memisahkan urusan agama dan urusan kenegaraan.

Nah, dari awal yang salah di manusia itu adalah bukan kekuasaan, kekayaan, ataupun keyakinan tetapi nafsunya cenderung tidak bisa dibendung.
kita tidak bisa menyalahkan suatu agama karena menjajah suatu bangsa dengan cara menghalalkan darah tetapi kita harus menyalahkan penafsiran nya.

kita tidak boleh tidak menerima bahwa bukan orang Islam yang menjadi terorisme itu tetapi kenyataan berkata lain.
Jadi kita tidak boleh menyalahkan Islamnya tetapi salahkan penafsiran-nya. 
karena setiap manusia itu pasti berbeda penafsirannya.

~komunitas rausyan fikr~
~sang penakluk~