Pengikut

Jumat, 05 Maret 2021

Mati dalam perjuangan

"saya wanita dan akan tetap bersama karakter itu. Bukan perihal cinta itu dimulai, tapi dimana ia berakhir."

Rosa Luxemburg


tepat tanggal 5 Maret perempuan sang pejuang revolusioner dilahirkan didunia. Ia bernama Rosa Luxemburg. Lahir di zamose, kongres Polandia, kekaisaran Rusia pada tahun 1871. Ia lahir dari keluarga Yahudi yang tinggal di polandia pada 1871. Ayahnya seorang pedagang timah, ibunya seorang keturunan rabi. mereka hidup dalam suasana ketika kebencian terhadap orang-orang yahudi sangat kuat. bahkan Rosa Luxemburg sering sakit-sakitan pada saat kecil.

Pada masa sekolah dia sering dikucilkan, mungkin karena dia orang Yahudi dan juga sering sakit-sakitan. Karena ia sering sakit-sakitan, waktunya dihabiskan untuk membaca dan mengembangkan ide-ide nya.

sungguh wanita yang sangat luar biasa bagiku, sakit dan dibenci bukan menjadi penghalang buat Rosa Luxemburg untung mengembangkan ide-ide nya. Ya, kalo zaman sekarang mana ada wanita seperti ini. Mungkin ketika Tuhan kasih cobaan sedikit pasti udah mengeluh dan mengatakan "Tuhan tidak adil" itulah wanita zaman sekarang.

Balik lagi ke pembahasan Luxemburg, sebagia seorang perempuan ia juga pasti merasakan jatuh cinta terhadap lawan jenisnya. ia terpikat kepada lelaki tampan yang berambut merah, ia bernama Leo Jogiches. Leo Jogiches terkenal dengan kepandaiannya, ia juga seorang aktivis politik yang tak kenal takut dan lelah. Tak ayal seorang Rosa terpikat kepada Leo Jogiches. Rosa Luxemburg jatuh cinta kepada laki-laki ini baik secara emosional maupun intelektual.

Rosa Luxemburg ini seorang filsuf, marxis, bahkan ia juga pernah dipenjara bertahun-tahun. Menurutku perempuan itu seharusnya seperti Rosa Luxemburg, rela dipenjara, bahkan dibunuh secara keji pada tahun 1919.

Dalam bukunya The Latters Of Rosa Luxemburg, diceritakan bahwa ia dipenjara dari tahun 1904-1906. Waktu yang cukup lama untuk seorang perempuan yang dikunci dari jeruji besi akibat menyuarakan perlawanan terhadap kapitalisme. Setelah dia keluar dari penjara ia menentang dengan keras karena terjadinya perang dunia pertama. 

Walaupun Rosa Luxemburg seorang marxis, ia sering kali bertentangan dengan Pemikir marxis pada masanya. Terutama yang banyak dipengaruhi oleh Lennin, karena pengikut lenninisme menyuarakan bahwa sebuah revolusi akan berjalan, apabila ada satu partai yang menjadi pusat seluruh jalan revolusi. Sementara bagi Rosa Luxemburg revolusi akan berjalan, hanya jika kelas pekerja lah yang bergerak pada dirinya sendiri yang akan membawa politik ke arah yang lebih baik.

Rosa Luxemburg hanya bercita-cita bahwa ia ingin menciptakan perubahan dari masyarakat kapitalis, menuju masyarakat komunis Melalui kekuatan kaum pekerja.

Selamat hari lahir perempuan tangguh. Semoga akan selalu lahir perempuan-permpuan tangguh seperti dirimu


~SANG PENAKLUK~

~J:H~





Tidak ada komentar:

Posting Komentar