Bunuh diri adalah sesuatu yang kompleks, yang sangat personal. Sejak tahun 2020, bunuh diri sudah menjadi salah satu yang menagih rasa penasaran besar. Kala itu pagebluk sedang memerangkap kita dengan kuncitara. Berita bunuh diri, kesepian, dan kesedihan karena isolasi, dan mimpi buruk. Membuat rasa penasaran tentang apa motif dasar seseorang bunuh diri.
Seperti sabda
Durkheim, tindakan individual beruba bunuh diri tidak terlepas dari pengaruh
eksternal atau pengaruh sosial. Durkheri membagi empat jenis bunuh diri:
pertama; Bunuh diri Egoistic: di mana terjadi karena kurang kuatnya integrasi
sosial, isolasi radikal apalagi. Kedua; bunuh diri demi masyarakat, semisal bom
bunuh diri. Ketiga; Bunuh diri anomik, terjadi di masyarakat yang tak mengenal
norma. Keempat; bunuh diri fatalistic, di mana bunuh diri yang terjadi karena
aturan suatu Negara atau masyarakat terlalu ketat dan membelenggu.
Secara metode,
ada perbedaan yang sangat mencolok dalam bunuh diri antara laki-laki dan juga
perempuan. Laki-laki cenderung keras, seperti menembak pistol, gantung diri,
ataupun loncat dari lantai tinggi sedangkan perempuan bisa berupa
menenggelamkan diri atau sekadar minum racun seperti yang Romeo kira dilakukan
oleh Juliet. Di titik ini, aku penasaran metode apa yang akan dipakai jika
Lucinta Luna bunuh diri? Apa mungkin ia akan loncat dari Burj Kalifa sambil
menegak arsenic.
Selain itu juga,
kalau jombloh punya resiko bunuh diri dua kali lipat ketimbang orang yang sudah
menikah. Sedangkan seorang duda atau janda punya resiko bunuh diri empat sampai
lima kali lipat bunuh diri ketimbang yang sudah menikah. Ini artinya, kalau mau
selamat dari diri sendiri, menikahlah, kalau mau lebih selamat lagi usahakan
jangan cerai. Lebih baik bunuh istri sendiri dari pada cerai.
Dari banyak
wawancara (keluarga, teman kuliah, sampai mantan pacar), masalah utama yang
membuat mental ikut terbentur adalah, kenyataan bahwa bunuh diri bukan hanya
masalah individual, tapi masalah bagi keluarga yang ditinggalkan. Ada
survivalitas yang tak gampang bagi keluarga yang ditinggalkan. Bunuh diri
mewariskan penyesalan tak berkesudahan bagi keluarga, yang tak rasa penasaran
terhadap motif bunuh dirinya bahkan tak diketahui, dan dengan penuh sesal
mereka ada yang menghukum diri sendiri secara berlebihan karena tidak mengenal
anggota keluarganya sendiri. Bunuh diri bukan sekadar masalah individual, tapi
masalah komunal.
Pencegahan bunuh diri bukan hanya sekadar melindungi calon korban bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya, tapi juga melindungi keluarga yang ditinggalkan dari rasa bersalah yang radikal dan suram. Bunuh diri adalah sesuatu yang amat kompleks dan personal, yang tak boleh direduksi dalam dikotomi dosa oleh orang yang sok tahu serta sok lebih bermoral.
Sang Penakluk
12 Juni 2023

Tidak ada komentar:
Posting Komentar