Pengikut

Rabu, 08 Juli 2020

THE MADNESS OF GOD

Iblis menggugat Tuhan itulah judulnya
Tulisan ini adalah hasil dari bacaan saya ketika membaca buku iblis menggugat Tuhan. 
Jika sudah mulai membaca selesaikanlah, jika tidak mungkin akan membuat Anda tersesat. 
Buku ini menyuguhkan percakapan antara buhairah dan iblis. 
ketika iblis sedang duduk asik sambil merenungi kenapa Tuhan mengutuk aku datanglah seseorang yang bernama buhairah, ketika buhairah melihat sosok iblis dia langsung mengutuknya. Iblis pun tertawa mendengarkan. Lalu berkata " Wahai tukang intip yang ceroboh, kenapa kamu kunjungi aku hanya untuk mengutukku? Buhairah menjawab " Aku mengutuk ia yang terkutuk, tak perduli apa situasinya. Iblis tersenyum lalu berkata "kau mengutukku? sadarkah kau, bahwa kau tengah mengutuk ia yang telah dilaknat karena kutukannya?" Aku mengutuk adam, dan karenanya aku diusir dari surga. Mestinya kau lebih hati-hati dalam mengutuk. Atau memang kau tak ada bedanya dengan adam yang juga diusir dari surga. Adam dan aku telah dikutuk oleh Allah lalu buat apa aku takut dengan kutukan buhairah? 
Buhairah berkata " Ketergelinciranmu sama sekali tak seperti ke tergelincirnya adamadam" Kau dikhianati oleh kesombongamu sendiri dan bertingkah kurang ajar di Kerajaan Allah. Adam diusir dari surga gara-gara hasutanmu. Dan berbeda denganmu hatinya amat pedih dan menyesal. Dengan segera ia memohon ampun dan mengaku salah pada tuhan. Sedangkan dirimu, kau masih saja disini. Sungguh kau memang tak lebih dari sesosok monster  yang dibutakan oleh kesombongan dan selamanya terkutuk. adam jauh lebih baik dari pada mu pembuanganmu adalah saksi dari kejahatanmu sendiri. Kening iblis berkerut ia memandang tajam "kau bilang ada berdosa gara-gara aku? Lantas atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Tak ada gunanya kau mencaci ku sebagai monster buta, karena itu sama halnya menghina dirimu sendiri. Saat aku menyembah Allah dipintu Kerajaannya aku menuduh adam dan seluruh keturunannya dihadapan Allah.
Ingatlah kau kejadian saat itu? Apakah kau turut membela bangsamu (manusia)? Dihadapan Allah? Ataukah kau belum lahir lagi? Sekarang kau dengan lancangnya menuduhku. Bagaimana bisa sang penuduh diadili oleh tuduhannya sendiri  dan masih diadili pula oleh si tertuduh. Adam saja tidak berbicara sekasar itu padaku. Tidak pula menyalahkan ku. Walaupun aku telah menggiring nya ke kehancuran. Tapi ia tak pernah melupakan perannya dalam kehancuran. Aku bersekongkol melawan adam setelah Allah mengusirku dari surga karena dia.  Sekarang dengan naifnya kau berani menghinaku dan meninggalkan derajatnya adam dengan omong kosong bahwa hatinya penuh kepedihan dan penyesalan. 
Bah! Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun!  Tak ada tempat yang tersisa dilangit dan dibumi  dimana aku tak menyembahnya. Sama sekali tak pantas bagimu untuk memandang sesama pemuja Allah dengan kebencian. Ibadahmu walau dikalikan seribu kali umurmu, tak lebih dari setetes air dilautan dibandikan cintaku padanya. Apa hakmu menantangku yang masih terhitung malaikat Allah ini? Meludahiku dan memfitnahku bahwa aku membangkang kepadanya? Jangan berani- berani mengaku pada tuhanmu bahwa aku lebih baik dari pada dia.
Kemudian buhairah berkata "kalau begitu bertobatlah! " Sujudlah pada adam seperti yang diperintahkannya kepadamu. Lihatlah akibat keras kepalanya dirimu. Lihatlah tubuhmu yang kini lebam dan rusak. 
Iblis menjawab " bagaimana mungkin aku memohon ampun lantaran mematuhi keinginan Allah? Aku tak mungkin menyembah siapapun selain Allah karena itulah perintah yang sesungguhnya. Pembuangan ini adalah ujiannya, untung melihat bahwa aku akan melanggar sumpahku. Dan memuja seorang berhala. 

Dari cerita di atas saya berfikir bahwa pendapat iblis ini masuk akal dan dia tidak salah jika dia tak mau sujud kepada adam. Karena Allah memerintahkan kepada mahluknya untuk tidak menyembah selain Allah. Tapi disini saya jadi berfikir iblis keliru menyamakan sujud dengan menyembah. Dan saya pikir sujud kepada adam itu bukan suatu penghambaan diri melainkan itu adalah suatu bentuk penghormatan. Dan saya berasumsi terlepas dari iblis beneran sombong atau tidak. 

Tapi yang terpenting moralnya disini. Seringkali kita, manusia sering salah kapra pada saat menilai tindakan Tuhan. 
Kita menakar nya dari sisi manusia. 
Seperti bencana yang terjadi dipalu, di Aceh bahkan didaerah kita sendiri yaitu bolaang mongondow utara. 
Mereka mengatakan bahwa bencana didaerah (X) adalah bentuk azab dari Allah karena daerah (X) manusianya kufur. Secara tidak langsung hal yang demikian ini menjadikanmu seolah-olah bertindak seperti Tuhan. Ini yang keliru, terlalu banyak orang didunia ini yang seperti ini. 



~SANG PENAKLUK~
~J:H~
PONTAK 8 JULI 2020


1 komentar:

  1. Kan sejak awal Iblis memang ingin ke bumi, tapi tidak diijinkan Allah.
    Nah, dengan siasatnya akhirnya Iblis bisa ke bumi juga.
    Itulah cerdasnya Iblis.
    Apakah Iblis sampai saat ini menggoda manusia? Tentu saja tidak. Kayak iblis gak ada kerjaan aja.😂

    BalasHapus