Terkadang kita dipermainkan oleh imajinasi, hanya menilai orang berdasarkan cara berpakaiannya.
Blaise Pascal
Dalam buku "peenses" Blaise Pascal mengatakan imajinasi merupakan sebuah kekuatan yang paling kuat dalam diri manusia. Sehingga dapat mengesampingkan penalaran manusia. Imajinasi juga dapat membuat kita terjerumus dalam kesalahan ataupun kebenaran. Padahal itu bukan entitas yang real. Seringkali imajinasi dapat membawa kita pada sisi kepalsuan atau kesalahan (falsehood). Tanpa kita sadari imajinasi menjadi salah satu dari sekian banyak sumber kesalahan manusia.
Tidak jarang kita mendefinisikan keadilan, keindahan, dan kebahagiaan dengan sesuatu yang palsu. Begitu juga, imajinasi melahirkan kepercayaan kepada orang lain tanpa ada alasannya.
Tak jarang kita memandang orang lain hanya dari pakaiannya, seperti kita sering sekali memandang orang yang bersorban sebagai ahli agama ataupun ahli kitab, dan memandang orang berpakaian lusuh sebagai gembel dan tak mengerti apa-apa. Orang-orang yang seperti ini adalah orang-orang yang telah disesatkan oleh kekuatan imajinasinya dari pada penalaran, meskipun mereka memiliki penalaran yang baik dan kritis.
Berita hoax sering kali disebarkan karena kurangnya penalaran. Alih-alih berpikir mereka lebih menggunakan imajinasi mereka yang seringkali menjerumuskan ke sisi kesalahan.
Kita terlalu terpaku pada imajinasi-imajinasi yang terlihat rasional, tetapi ketika ditelaah justru sangat tidak masuk akal. Sampai sekarang imajinasi ini masih kita junjung. Bukan hanya perihal agama, dan sains tetapi kita sering kali menjunjujung tinggi budaya penyebaran hoax. Dan akhir-akhir ini selalu diberitakan bahwa di negara ini darurat berita jujur. langkah untuk mencegah belum terealisasikan sampai sekarang. Dan mereka yang menghukum orang menyebabkan hoax itu tidak sepenuhnya dilakukan dari akarnya, tapi hanya mengambil Sempelnya saja, siapa yang dilihat pertama menyebarkan maka dia yang ditangkap, padahal ada dalang dibalik penyebaran berita bohong tadi.
Manusia memang selalu ditipu oleh imajinasinya sendiri.
~Sang Penakluk~

