Pengikut

Kamis, 27 Agustus 2020

PHILOKOPIA

Siang ini saya sedang asik membaca seperti biasa selalu ditemani kopi susu seperti judul tulisan ini yang artinya pencinta kopi, bagi kebanyakan orang membaca itu harus tepat pada waktu tengah malam, tetapi kalau saya sendiri setiap menit harus ada yang dibaca. hari ini saya ditemani dua buku yang bagi sebagian orang ke kirian bangat. Saya akan mencoba mengulas sedikit hasil bacaan saya tentang bebaskan masyarakat dari belenggu sekolah.
Benarkah sekolah adalah lembaga satu-satunya lembaga yang memiliki otoritas Dalam bidang pendidikan bagi masyarakat?benarkah orang yang tidak bersekolah memiliki predikat tak berpendidikan?

Anggapan mengenai sekolah sebagai satu-satunya adalah lembaga pendidikan adalah bias dari kehidupan kapitalis yang telah merasuk dalam kesadaran masyarakat.

Sekolah adalah fenomena modern Yang lahir seiring dengan perkembangan masyarakat industri kapitalistik. Konspirasi terselubung antara pendidikan dan kapitalisme ini juga tak terlepas dari pemerintah (kekuasaan) sehingga gaya hegemonik yang diciptakan cukup massif.

Struktur masyarakat industri telah menyeret kesadaran masyarakat kepada detendensi institusional dalam banyak hal. Masyarakat selalu mengaitkan pendidikan dengan sekolah. Ketergantungan masyarakat terhadap institusi sekolah untuk memperoleh pendidikan merupakan suatu bentuk pelembagaan nilai yang mau tidak mau pada akhirnya menimbulkan Polisi fisik.


Diindonesia hari ini pendidikan yang katanya mencerdaskan ternyata hanya membuat kemelaratan. mereka yang mempunyai uang membuat kampus kemudia memahalkan pendidikan.


Kenapa kita tidak mengaca sama Jepang dan Jerman?harapanku semoga pendidikan di Indonesia bisa digratiskan.
Jika ingin merubah suatu bangsa maka gratiskan pendidikan

Salam philokopia (pencinta kopi)

~J:H~
~SANG PENAKLUK~

Jumat, 21 Agustus 2020

THE SYIAH ASCENDANCY


Sebentar lagi 10 muharram pertempuran antara yazid bin muawwiyah khalifah bani umayyah saat itu dengan cucu nabi muhammad.Banyak

 yang nggk tau peristiwa saat ini

Dimana cucu nabi putra imam ali dibunuh tanpa ampun dan banyak yang beranggapan bahwa islam syiah lahir dari kebijakan politisnya.Mereka berpandangan bahwa yang memiliki pengikut sedikit itu adalah sesat.

Menganggap jumlah pengikut sebagai neraca keabsahan suatu kelompok atau ajaran adalah cara berfikir yang tidak logis.

Menilai ajaran "selain islam syiah" sebagai ajaran yang legal, kredibel, dan autentik karena jumlah pengikutnya lebih banyak, sedangkan islam syiah yang pengikutnya minoritas sebagai ajaran imitasi dan sumber adanya perpecahan umat.

Kenyataannya, seseorang bisa meyakini kebenaran suatu ajaran bukan karena banyaknya pengikutnya, demikian juga yang meyakini suatu ajaran itu sesat bukank pertimbanganjumlahpengikut.Memberikan posisi bagi islam syiah atau ajaran lainnya berdasarkan kuantitas pengikutnya merupakan sikap yang keliru.Secara umum , ajaran atau idiologi islam syiah adalah konsekuensi langsung dari formula gerakan dakwah islam dengan tujuan untuk menjaga misi suci yang diperjuangkan rasulullah saw. Sehingga berkelanjutan dengan pasti.

Beberapa peneliti mencoba membagi islam syiah menjadi dua bagian:

Pertama syiah spiritualis, dan kedua syiah politis.Setelah peristiwa karbala para imam syiah  menarik diri dari dunia politik.

Bahkan mengasingkan diri dari urusan duniawi.Kenyataannya sejak lahirnya ajaran islam syiah tidak pernah terbukti hanya cenderung pada kegiatan spiritual semata. Ajaran ini terlahir sebagai mata rantai keberlanjutan program dakwah islam pasca rasulullah dengan kepemimpinan imam ali bin abi thalib.Oleh sebab itu, islam syiah tidak bisa dibagi-bagi dengan dasar ini.

judul tulisan ini saya buat demi menggugah dalam berfikir,  Syiah selalu saja dipandang sebelah mata  oleh dunia luar dan hari ini cita-cita imam Ali yang memindahkan ibu kota saat itu ke Irak tercapai, walau belum sepenuhnya.


jangan pernah mengukur kebenaran dari jumlah orang yang mengikutinya

Menurut saya itu tidak logis

Selamat berfikir

~J:H~

~SANG PENAKLUK~

Senin, 17 Agustus 2020

MERDERKA SETENGAH HATI

 hari ini tepatnya 17 Agustus 1945 yang lalu, mereka kaum miskin dan kaya berjuang melawan penjajah Jepang. hari ini usia bangsa kita sudah mulai tua yaitu 75 tahun.

kenapa bangsa yang sudah setua ini rakyatnya masih banyak yang melarat

Orang misikin dilarang sekolah, mahalnya biaya pendidikan saat ini membuat orang miskin seperti kita ini harus selalu tertindas.

Ini mungkin hukumnya seperti wajib bagi kaum kaya, untuk selalu menindas kaum miskin.

Orang miskin dilarang sekolah,kemudian orang miskin dilarang sakit, dan orang miskin dilarang punya anak, nasib jadi orang miskin. Tinggal nunggu dilarang jadi orang miskin saja

Perayaan ulang tahun Indonesia sampai usianya ke 75 ini hanya seremonial, rutinitas, ritualitas Tanpa diwjudukan secara nyata pada rakyat Indonesia, penerapan amanah UUD 1945, Pancasila, dan pejuang kemerdeaan Masih sangat jauh dari inti kemerdekaan yang diimpikan.

Sekarang para pejabat sibuk bernyanyi Dihadapan bendera merah putih, sedangkan petani, nelayan, pedagang kaki lima, rakyat yang tertindas tetap ke lahan kerjanya untuk memerdekakan diri sendiri.

Indonesia yang merdeka bukanlah tujuan akhir, akan tetapi kemerdekaan yang sebenarnya adalah ketika rakyat bisa hidup makmur dan bahagia

tak luput pula para pemuda saat ini yang kian tak tau arah jalan, dulu Sayuti Malik dan kawan-kawan nya sibuk ngetik teks proklamasi.

Saat ini para pemuda sibuk chat sama orang yang belum tentu miliknya

Hanya sekedar gurauan kemerdekaan


~SANG PENAKLUK~

~J:H~

Rabu, 12 Agustus 2020

TATANAN DUNIA BARU YANG DIINGINKAN TUHAN

 Ketika kita mendengar tatanan dunia baru maka kita akan langsung berfikir yang dilakukan oleh osama bin Laden kawannya.

Mereka menginginkan tatanan dunia yang diinginkan tuhan, bukan dunia yang dikuasai oleh kapitalisme. Dan peristiwa itu juga hadir di negara kita, katakanlah organisasi yang dibubarkan beberapa waktu lalu yaitu HTI, saya disini tidak menyalahkan HTInya. Karena saya penganut hegelian maka ketika orang lain mengatakan negatif tentang hti ini saya mengatakan positif. mereka ini yang saya pahami mau mendirikan tatanan Indonesia baru yang menjadikan Indonesia dengan sistem khilafah karena menurut mereka kapitalisme sedang meraja lelah diindonesia dan mereka ingin mengakhiri sistem ini yang menurut mereka ini bukan dunia yang diinginkan Tuhan. mungkin hampir sama dengan konsep yang diinginkan Marx yaitu masyarakat tanpa kelas, tetapi menurut marx ketika dunia atau tatanan masyarakat tanpa kelas maka sejarah dunia berakhir. Atau dalam islam kiamat. konsep monoteisme seperti ini adalah konsep dari pemikiran algajali yaitu Tuhan menurut dia yang selalu mengurusi dunia ini (super sibuk). Hegel merangkum pemikiran para filsuf terdahulu dia mengatakan Tuhan itu dialektis. dia bukan ada diluar dunia ini tapi dia juga ikut andil dalam dunia ini (roh). Tatanan dunia Baru yang diinginkan Tuhan menurut mereka ini mungkin seperti dunianya para nabi-nabi terdahulu yang penuh kekacauan. 

Tapi kalau menurut saya dunia yang diinginkan Tuhan ini akan terus berprogres mengalahkan realitas lama kemudian ditantang oleh realitas baru. 

Dunia akan seperti itu sampai dunia yang diinginkan Marx tercapai


tulisan ini bisa diterima atau tidak

Yang jelas saya hanya pengen nulis aja

Aku menulis bahwa aku ada

KOPI MALAM

Fides quaerens intelectum

RABU 12 AGUSTUS 2020

~SANG PENAKLUK~

~J:H~

Sabtu, 01 Agustus 2020

AKU DISURUH TUHAN MENJUAL SURGA

Judul tulisan ini saya ambil dari seseorang yang komentar tulisannya mas goen
dia mengatakan "aku disuruh Tuhan menjual surga" mungkin kepada orang-orang yang fanatik dengan agamanya pasti akan mengatakan bahwa "kau ini kafir" Padahal arti kata kafir itu adalah penutup kebenaran lantas apa yang sedang saya tutupi? 
padahal Tuhan selalu berseruh kepada hambanya untuk berfikir, berfikir dan berfikir. Gunakanlah akalmu agar kamu termasuk kaum-kaum yang berfikir. 
"aku disuruh Tuhan menjual surga" Mungkin seperti itu judulnya. 
setiap agama pasti mengajarkan kebaikan dan dalam kebaikan itu selalu di iming-imingi dengan surga, yang kelak kita akan dapatkan jika kita mati nanti. 
karena pada dasarnya manusia itu suka dengan iming-imingan berupa kebahagiaan makan apapun yang dikatakan oleh kaum agamais pasti mereka akan lakukan. 
manusia itu paling suka akan harapan, padahal harapan itu belum tentu bisa jadi kenyataan. 
sekarang ini kita harus membedakan mana yang ustadz beneran dan mana yang hanya memakai nama ustadz. 
Saya selalu tertawa ketika melihat demo sampai Ber jilid-jilid. 
Masa ada ustadz yang mengajarkan tentang  kebencian seperti itu?. 
apakah mereka tak pernah membaca sejarah bahwa terbunuhnya imam Ali, hasan, husen itu karena orang-orang yang meneriakan pandji islam padahal mereka itu adalah musuh yang nyata? 
Orang-orang akan melakukan apapun untuk mendapatkan surga. 
mungkin karena impian akan kehidupan yang lebih baik mereka akan melakukan segala hal. 
manusia paling suka dengan harapan padahal harapan itu hanya akan memperpanjang kesengsaraan manusia itu sendiri. 
Jika kita melakukan semuanya mereka meyakin pasti akan ke surga dan jika mereka melanggar mereka akan dibuang dineraka. 
mungkin pertanyaan dalam benak saya
Jika Tuhan itu maha baik kenapa harus diciptakan neraka? apakah Tuhan akan membalas dendam sama kita? 
Tuhan memang unik, sangat sulit ditebak. 

Impian akan kehidupan yang lebih baik menjadi harapan yang membuat manusia terus hidup. 

oh harapan bawa aku pergi bersamamu 
Meski itu hanya akan memperpanjang kesengsaraan ku

Para sufi berkata "aku berada diluar keduanya bahagia dalam pelukan kedamaian abadi. 
Kebahagiaan surga tak akan pernah bisa menggodaku juga api neraka tak bisa menyentuhku karena aku telah memeluk kebahagiaan dan mencium kutukan dan telah diangkat diatas suka dan duka hidup. 
Jika kalian ingin melihat surga dan neraka lihatlah di sekitar kita, kebodohan itu adalah neraka, sedangkan surga itu adalah cinta dan kebahagiaan. 

Sabtu, 1 Agustus 2020
~SANG PENAKLUK~
~J:H~