Pengikut

Rabu, 27 Mei 2020

PEREMPUAN PENCINTA KIRI

PART 3

PEREMPUAN PENCINTA KIRI
_________________________________


Kemarin pembahasan laras dan aku hanya membicarakan tentang perjuangan kelas
Kali ini saya bergegas kembali ke rumah laras.
sesampai dirumahnya ternyata ia lagi galau🤣
ahh masa seorang pemikir kiri bisa galau kata saya🤣
diapun menjawab "ya iyalah aku ini kan bukan nabi" 🤣🤣
kemudian ia ke dapur lalu membuatkan kopi untukku
selepas itu aku menanyakan kepadanya
"Kamu kenapa galau? " Ia menjawab " aku baru habis putus sama pacarku"
Akupun tertawa "hahaha" 🤣🤣
Aku langsung bertanya lagi coba ceritakanlah bagaimana kisah cinta slavoJ zizek?
Ia pun langsung membuka pembicaraan terkait slavoJ zizek

     Slavoj zizek, adalah salah satu tokoh filsafat terkemuka. Pemikirannya yang atraktif dengan berbagai tema-tema menarik, seperti pembahasan otak manusia dan cinta, adalah deretan teratas buah pikiran tokoh yang satu ini. Filsuf polandia ini, sempat dalam satu pertemuan bersama rekan-rekannya menyatakan bahwa “cinta adalah sebuah proses mencintai apa yang tidak dicintai”, lantas apa maksud dari hal tersebut yang dikemukakan oleh zizek … ???.

     Dalam satu sudut pandang, banyak orang yang berkata bahwa cinta adalah pengorbanan, dalam sisi yang lain sebagian orang berkata bahwa cinta adalah ketulusan, atau cinta adalah bentuk maha karya kasih tuhan terhadap manusia, yang menjadikan manusia saling memahami satu sama lain. Lalu manakah yang tepat?, dan apa artinya semua penjabaran tadi berkaitan dengan cinta.. ?, entahlah…

     Namun, dalam pemikiran zizek, dikatakan bahwa cinta adalah suatu proses mencintai apa yang tidak dicintai, artinya bahwa konsep cinta bukan hanya berbicara pengorbanan, saling memahami, atau bahkan sebuah ketulusan, lebih dari itu konsep cinta dari zizek mencoba mengajarkan pada manusia agar menerima dan mengatasi apa yang menjadi pusat cintanya dan mencintai apa yang tak dicintai pada apa yang dicintainya. Jikalau terlalu rumit, maka coba kita buat gambaran contohnya.

Sebelum saya menyebut contohnya aku mau ngambil kue dulu kan nggk enak ada tamu kata laras kepadaku.

kemudian ia melanjutkan ceritanya

     Semisal, katakanlah ada seorang pria, anggap saja namanya A, dan B untuk nama wanitanya. Pada suatu hari si A bertemu dengan B secara tiba-tiba di stasiun kereta, dengan kota tujuan yang sama, mereka menaiki gerbong kereta yang sama. Dalam keadaan tersebut, tanpa terasa ternyata mereka duduk berdampingan dan saling berbagi cerita antara A dan B. singkat cerita mereka saling bertukar nomor ponsel, dan menjalin komunikasi yang membuat mereka semakin dekat. Pada akhirnya mereka tahu akan kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing, baik pihak si A, maupun si B. Tak terasa bertahun-tahun mereka saling mengenal mereka memiliki satu tujuan yang sama, yaitu melangkah pada jalur pelaminan dan melepas masa lajang mereka.

     Jika digali lebih dalam, si A adalah lelaki yang sampai menikah bersama si B, adalah seorang pedagang nasi rames yang hanya mendapatkan uang tidak seberapa dari pekerjaannya, bukan pula dari golongan bangsawan, apalagi keturunan tuan tanah besar. Pria tersebut hanya mengandalkan kepercayaan diri, semangat, dan selalu bersikap apa adanya dalam melaksanakan aktifitasnya. Sedangkan si B adalah seorang wanita yang hidup dan terlahir dari kalangan keluarga elit, namun dengan segala kehidupan mewahnya justru si B terjebak dan terjerembab dalam dunia yang gelap.

     Lalu dimana esensi contoh tersebut dan seberapa jauh kaitanya dengan “ mencintai adalah proses mencintai apa yang tidak dicintai” … ?

     Si A cinta terhadap si B baik dari sisi kelebihan maupun kekurangannya begitupun sebaliknya.

     Jika kita amati bersama, ketika sebuah hubungan, yang katanya dilandasi dengan cinta lalu hanya kelebihan dan apa yang kita harapkan saja yang ingin kita dapatkan, maka lebih baik tarik kembali saja persepsi yang demikian. Justru dengan mengenal berbagai kekurangan tersebut menjadi bukti pemenuhan seseorang terhadap seseorang yang dicintainya bahwa yang dia tahu dari sebuah kekurangan itulah yang menciptakan sebuah komitmen yang utuh, tidak hanya mau karena ada apa-apanya yang diinginkan dan menjadi keistimewaannya saja.

     Lebih jauh lagi, idealnya sebuah cinta bisa mengembangkan kebiasaan saling mencinta terhadap yang lainnya, dan bukan hanya merujuk pada satu tendensi atau mengerucutkan pada satu objek, namun juga menimbulkan cinta pada objek-objek yang lain. Seperti seorang anggota dewan yang kemudian menikah denga wanita yang teramat cantik baginya, harusnya bukanlah hanya menitik beratkan pada wanita tersebut yang telah menjadi istrinya saja, karena dibalik hal kecil tersebut masihlah ada tugas besar dan bahkan lebih berat yang harus diselesaikannya sebagai amanat dan aspirasi rakyat. Jadi, dari kecintaan kecilnya pada satu objek, dengan segala kesadaran penuh terhadap sebuah tanggung jawab yang lebih besar akan menumbuhkan cinta-cinta besar yang lain, sebagai bentuk komitmen terhadap peran masing-masing.

     Namun, dengan membiasakan cinta, hidup terasa lebih fleksibel dan tak menjadi beban, karena semua yang dihadapi dan dijalankan, baik sebai tanggung jawab maupun rutinitas biasa telah dilandasi dengan cinta seiring dengan berjalannya waktu.

     Kesimpulan sederhanannya, Jangan peduli hari ini kita akan berhasil atau gagal, akan menjadi seperti apa, siapa, atau sehebat apa. Namun teruslah menyertakan, melandasi dan menebarkan cinta terhadap pekerjan atau aktifitas apapun, terhadap siapapun, kapanpun dan dimanapun berada. Yakinkan perdamaian akan muncul dan membentuk ruang dimana orang-orang akan bahagia bersama hari-harinya dengan cinta.

Boroko, RABU 27 MEI 2020
~J:H~
~SANG PENAKLUK~



Minggu, 24 Mei 2020

PEREMPUAN PENCINTA KIRI

Part 2

PEREMPUAN PENCINTA KIRI

dalam tulisan sebelumnya laras hanya membahas tentang Rosa luxembourg
Kali ini saya berkesempatan bertemu kembali dengan laras perempuan pencinta kiri.
Saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini
saya langsung membuka pembicaraan
Laras! Kenapa sih kamu suka kiri?
ia langsung menjawab dengan spontan
"Sebab kiri itu seksi"
Saya langsung terkesimak mendengar jawabannya.
Kemudian laras melanjutkan pembicaraannya.
Ia pun mengangkat topik tentang buku yang pernah ia baca yaitu dunia sophie

Dalam buku dunia sophie, karya jostein gaarder, pada pembahasan romantisisme, disebutkan bahwa marx merupakan tokoh filsafat. Selain itu dia juga ahli dalam ilmu sosial dan ekonomi. Pada sebuah percakapan antara alberto knox dan sophie yang tengah berlangsung, diangkatlah sebuah pembahasan tentang marx dan kierkegaard, yang kedua-duanya dikatakan sama-sama berpijak pada filsafatnya hegel. Akan tetapi bedanya jikalau kierkegaard seorang eksistensialis, maka marx adalah seorang materialis dialektis.  Dalam pembahasan tersebut, dipaparkan tentang marx, borjuis, proletar, komunis, kapitalis, dan revolusi.

Kemudian ia mengangkat kopi dan memakan kue
Lalu ia melanjutkan pembicaraannya

Kemudian sophie pun mulai penasaran dan tak sabar lagi mendengar cerita dari alberto selanjutnya tentang marx. Kemudian alberto memulai dengan menjelaskan keterkaitan hal tersebut pada bangunan parthenon di acropolis, melalui miniaturnya. Menurut alberto ada 3 tangga yang terdapat di bawah bangunan tersebut, yang kemudian dikaitkan dengan tatanan masyarakat, yang juga disebut oleh marx lewat analogi tersebut, bahwa ada 3 tingkatan dasar manusia.

Tingkatan yang pertama adalah apa yang disebut dengan syarat-syarat produksi masyarakat. Inilah instrumen dasar yang menurut marx adalah sebuah keadaan alamiah tempat dimana masyarakat tinggal, dan bahan dasar apa yang mungkin ada dan dikembangkan pada wilayahnya tersebut. Dan disanalah nampak kebudayaan apa yang berkembang pada masyatrakat tersebut, dan bagaimana hakikat masyarakat tersebut nampak dan diketahui.

Tingkatan yang kedua adalah sarana produksi masyarakat. Dimana adanya alat, perlengkapan dan berbagai fasilitas untuk mengelola bahan-bahan mentah yang ditemukan pada suatu wilayah tertentu.

Tingkatan selanjutnya adalah mereka yang memiliki pengelolaan kedua tingkatan tersebut. Mereka mampu mengelola, mempekerjakan, dan mengambil segala kebijakan yang ada.
Marx percaya, semua tingkatan masyarakat tersebut akan bergantung pada cara pengelolaan bahan-bahan produksi untuk keberhasilan sebuah nilai baru yang dihasilkan darinya. Dan kemudian marxpun percaya pada setiap proses dan tahap akan terjadi pertentangan pada suatu interaksi tersebut antara dua kelas masyarakat.

Dalam penggambaranya, hal itu akan selalu muncul. Seperti pada masa yunani kuno, perselisihan antara warga negara bebas, dan budak. Kemudian para tuan tanah feodal dengan para pekerja. Dan pada masa marx yang terjadi adalah pertentangan antara kaum borjuis (pemilik modal), dengan kaum proletar (pekerja). Yang terakhir tersebut, terjadi antara mereka yang memiliki modal, dengan mereka yang tidak memiliki. Karena mereka pemilik modal tidak mau menyerahkan kekuasaanya dengan serta-merta, maka menurut marx cara yang tepat adalah dengan cara revolusi.

Pada penjelasan alberto tentang marx, juga disebutkan pada masanya, marx sering mengamati para pekerja, dan kehidupan pekerjaannya. Menurut mark pada masanya, mereka para pekerja tidak lain hanya merupakan seoran budak kapitalis saja. Bagaimana tidak, ketika mereka dipekerjakan 12 jam, dengan upah yang tidak seberapa. Bahkan menurut marx ada sebuah arus kronologis yang dapat dijelaskan tentang hal tersebut yang kemudian kerap disebuat oleh marx sebagai “pemerasan”. Ketika perusahaan sudah mengapatkan bahan mentah yang cukup, serta ditunjang dengan sebuah fasilitas yang memadahi, maka pengelolaan tinggal hanya menunggu jalannya produksi saja. Dalam menjalankan kegiatan produksinya, mereka dibantu oleh para kaum pekerja. Lalu ketika hasil produksi meningkat, dan bersamaan dengan itu hasil penjualanpun meningkat, maka akan semakin banyak yang akan mereka terima dari hasil produksi dan penjualan tersebut. Disinilah menurut marx pemerasan akan mulai muncul, dimana ketika nilai tukar atas penjualan yang semakin meningkat, namun dibarengi denga keinginan lain untuk menginvestasikan kekayaan lewat nilai tukar tersebut. Agar semua sama-sama berjalan maju dan mulus, maka yang pertama dilakukan menurut marx pada saat itu adalah, nilai upah para pekerja harus dikurangi, agar nilai tukar yang didapatkan tidak terlalu terkuras banyak, dan hasil pengurangan tersebut disebut sebagai keuntungan.
Dengan keuntungan tersebut, diinvestasikanlah dalam bentuk modernisasi alat produksi. Dari alat-alat yang masih rumit, diganti dengan alat-alat yang modern. Akan etapi imbasnya adalah, para pekerja sedikit demi sedikit mulai berkurang. Karena semakin membaiknya alat produksi, semakin memudahkan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh banyak orang, kini tidak lagi membutuhkan banyak pekerja. Masalah bagi para pekerjapun semakin banyak dan mulai bertambah rumit. Mereka para pekerja bergulat di tengah-tengah himpitan ekonomi, dengan gaji yang tidak sepadan apabila dibandingkan dengan waktu bekerjanya yang memakan waktu 12 jam. Pemecatan dan pengurangan pekerjapun berdampak pada bertambahnya populasi pengangguran. Akan tetapi sang pengelola akan terus mendapatkan kekayaan demi kekayaannya yang mulai ditumpuk pada saku mereka. Tidak sedikit, pemberontakan para pekerja yang terjadi terhadap para pengelola tersebut. Dan kemudian, seiring berjalannya waktu, mereka mengambil jalan untuk merubah kehidupan mereka, yaitu dengan memiliki dan mencari bahan mentah dengan mandiri, menggunakan fasilitas pengelolaan mereka sendiri, dan mengelolanya sendiri, serta menempatkan mereka sebagai pekerjanya dengan kadar kemampuan dan kemauan mereka sendiri.

Jika kita tarik ke masa sekarang, di indonesia khususnya, maka hal inipun bukannya tidak berlangsung, akan tetapi bahkan hal ini sudah berlangsung sejak lama sejak datangnya para penjajah ke indonesia. Mereka mempekerjakan pribumi, menindas, dan bertindak semena-mena. Dengan pemaksaan, tenaga dan kebebasan mereka diperas, dan dikesampingkan hak-haknya. Apalagi dimasa perindustrian saat ini, dimana mereka para pekerja, diperlakukan bukan selayaknya manusia seutuhnya, namun mereka diperdaya dengan uang sebagai bayaran atas harga diri mereka. Seolah-olah, mereka hanya dijadikan pemuas ego para elit, untuk menumpuk kekayaan mereka, dan para pekerja menjadi robot industrialisai yang mencekam segala yang mereka tinggalkan demi kebutuhan ekonomi mereka. Kebudayaan, ilmu, dan pengetahuan seakan-akan hanya menjadi alat tukar dengan sebuah rupiah, dolar, bahkan poundsterling. Mereka mengabdi pada sebuah borjuis moderen, dan meninggalhan kebudayaan, dan nilai nilai luhur yang menjadi identitas mereka yang merdeka dan bebas mengeksplorasikan dan mengembangkan minat mereka atas pengetahuan untuk menjadi perubahan kemajuan sebuah bangsa.

Manusia bukanlah hamba rupiah, apalagi boneka para borjuis modern. Mereka bertuhan yang satu, dan hanya kepadanya mereka membaktikan dan mengabdikan kehidupannya. Ilmu adalah sumber perubahan, layaknya alat revolusi, yang digencarkan oleh marx. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, agar berkembang pada arah yang lebih baik, bukan merobotkan manusia, untuk sekedar menukarkan keringat dan ilmunya untuk sepeser rupiah.
Semua bergantung pada bagaimana manusia itu sendiri merespon kehidupan nya, setiap individu manusiapun adalah anak pada setiap zamannya. Maka janganlah terbawa arus dengan suasana zamanmu nak, namun bertemanlah denga perubahan zaman, dan responlah dengan bijak.
“Langit berbintang diatasku, dan hukum moral di dalam diriku.” 

Hari mulai sore
Dan kopiku sudah sampai ke ampasnya
Wah udah sore ya aku mau balik ke rumah dulu" Kata aku
Aku pun pamit

Bersambung

Salam pemikir kiri
~J:H~
SANG PENAKLUK

Rabu, 20 Mei 2020

HIDUP ITU SUKSES


Hidup itu sukses salah satu ungkapan plato yang paling saya ingat
Namun plato membingkaikan hal tersebut
Dalam perspektiv yang berbeda dengan
Umumnya sudut pandang manapun
Karena menurut plato kalimat tersebut
Hanyalah sebuah kata pasaran,untuk mengoptimalkan daya-daya terbaik manusia
Berbagai pandangan filsuf akan sebuah keutamaan,akan membuahkan gambaran baru,dengan interpretasi pada setiap pengambil makna pada setiap masanya.

Seperti aristoteles menyebutkan keutamaan sebagai jalan tengah
Entah apa yang dimaksut oleh aristoteles
Mencontohkan sebuah aktivitas makan
Akan berkeutamaan apabila dilakukan atas dasar kebutuhan,bukan karena takut kelaparan atau sekedar menghabiskan uang yang ada begitu pula kadar kebutuhannya, apabila terlalu banyak maka akan terlalu kenyang
Dan apabila terlalu sedikit akan memperpanjang rasa lapar
Akan kebutuhan makannya

Sejatinya manusia menjadi kholifah dibumi ini, mampu menata kehidupan
Dan hubungan yang selaras dengan dirinya sendiri.

Namun pada masa sekarang ini rasanya tugas manusia itu sendiri menjadi tabu makna dan kejelasannya.
Karena jika kita lihat manusia di era ini
Mereka sulit mengetahui apa yang harus mereka perbuat
Kesulitan penyelesaian permasalahan hidupnya, bahkan sampai tidak tau apa tujuan hidupnya.
Begitu miris melihat dan mendengarnya

Kesimpulannya
Jadilah manusia yang berguna
Bukan manusia yang hanya mengejar jabatan

Jabatan bisa hilang  dan bisa dilupakan kapan saja
Tapi kebaikan yang dilakukan kepada
 sesama tak akan pernah dilupakan sampai kapanpun

~Julman:Hente~

Perempuan pencinta kiri

PEREMPUAN PENCINTA KIRI
_______________________________

sebut saja ia laras
Wanita kelahiran bolmut 19 Oktober 1999 ini sangat mencintai Komunis
Dia mengatakan bahwa perbedaan dia dengan wanita lain adalah mereka mengagumi film Korea sedangkan ia pun mencintai film Korea tapi Korea yang ia cintai berbeda
Ia lebih menyukai Korea Utara dengan judul film yang dibuatnya sendiri yaitu tenggelamnya kapal kim jong in
Sungguh wanita yang sangat jenaka
Perempuan ini juga sangat mengagumi Rosa luxemburg
Apakah kalian pembaca kiri?
Jika anda belum mengenal Rosa luxemburg ini artinya anda harus lebih meningkatkan bacaan kalian
Rosa luxemburg merupakan seorang penulis, filsuf, bahkan Ia juga seorang aktivis ternama
Rosa luxemburg ini pernah dipenjara selama bertahun-tahun karena menentang perang dunia Pertama
walaupun ia ini adalah seorang pemikir kiri tapi dia juga sering bertentangan dengan para pemikir Marxis
Mereka yang terpengaruhi oleh pemikiran lennin banyak yang bertentangan dengan Rosa ini
Bagi para pengikut lennin mereka mengatakan bahwa sebuah revolusi akan berjalan apabila ada satu partai yang menjadi pusat seluruh gerakan revolus.
Sementara bagi Rosa luxemburg hanya kelas pekerjalah yang bergerak pada dirinya sendirilah yang akan membawa perubahan politik kearah yang lebih baik.

Sala satu konsep yang paling penting dalam pemikiran Rosa luxemburg ini adalah dialektika antara spontanitas dan organisasi.
Dalam arti ini spontanitas adalah suatu pendekatan dari akar rumput untuk mengorganisir suatu gerakan sosial yang berorientasi pada terciptanya suatu keadilan.
Dalam arti ini organisasi dan spontanitas bukanlah sesuatu yang terpisah melainkan momen-momen yang saling terkait didalam proses politik.
Baginya tidak ada organisasi tanpa spontanitas
Dan kemudian beranjak pada ke level yang lebih tinggi.

bagi laras pemikiran Rosa luxemburg dan ajarannya soal dialektika spontanitas organisasi sangat cocok untuk menggerakan perubahan didalam organisasi apapun.
Perubahan tidak lahir dari perencanaan semata
Tetapi dari spontanitas akar rumput golongan bawah yang kemudian meluas dan menerjang keatas.

Hari mulai sore akhirnya pembicaraan kita pun berakhir
Aku pun sampai lupa bahwa aku puasa🤣
bergegaslah aku kembali kerumah
Ahh dasar gara-gara keasikan aku hampir saja lupa berbuka.
Astajim🤣🙄

Kamis 14 Mei 2020
~SANG PENAKLUK~
~J:H~