Pengikut

Selasa, 28 Januari 2020

mempertemukan kesamaan antara faham keislaman dan faham komunis


faham marxis setelah revolusi bolsevik atau faham komunisme ini pertama kali di bawah oleh henk sneevliet pada tahun 1913.
siapa yang tak kenal dengan haji misbach jika kamu pembaca kiri atau suka membaca tentang sejarang komunis dan islam pasti kamu akan menemukan nama haji misbach atau haji merah  (surakarta, 1876–1926), dilahirkan di Kauman, di sisi barat alun-alun utara, persis di depan keraton Kasunanan dekat Masjid Agung Surakarta. Semasa kecil, dia bernama Ahmad, lalu berganti nama menjadi Darmodiprono setelah menikah. Dan usai menunaikan ibadah haji, barulah dia dikenal sebagai Haji Mohamad Misbach. Ayahnya adalah seorang pejabat keagamaan selain juga seorang pedagang batik yang kaya raya.
Pada usia sekolah, dia ikut pelajaran keagamaan dari pesantren, selain di sekolah bumiputera "Ongko Loro". Basis pesantren serta lingkungan keraton Surakarta inilah yang kemudian mempengaruhi sosok Misbach nantinya menjadi seorang Mubaligh. Meski orang tuanya menjabat sebagai pejabat keagamaan keraton, hal tersebut tidak membuat dia jauh dari persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat.
Pada tahun 1965 (peristiwa G-30 Spki), orang indonesia yang telah dicap komunis ialah kerap digambarkan sebagai orang yang anti tuhan, tidak beradab dan sebagainya. Namun di satu sisi tercatat dalam sejarah indonesia, bahwa ternyata yang menjadi propagandanya pki di era kolonial belanda adalah seorang haji, namanya yaitu muhammad misbac atau biasa disapa haji misbach
Haji misbach ini adalah seorang mubaliq pergerakan yang tercatat juga sebagai penggagas islamisme dan komunisme. Padahal islam dan komunis ini adalah dua kata yang paling kontroversial dibumi indonesia.
Namun demikian, dalam sejarah indonesia juga tercatat bahwa upaya untuk memadukan sebuah paham (baik itu paham komunis dengan islam ataupun paham sosialis dengan islam) ialah sudah banyak dilakukan oleh tokoh-tokoh penting pergerakan kebangsaan yaitu tan malaka yang sadar betul ada persimpangan jalan antara islam dan komunisme, lalu ia menyuguhkan perlunya penggabungan antara islam dan komunisme.
Kemudian ada juga H.O.S Tjcokroaminoto menciptakan konsep harmonisasi antara cita-cita sosialisme dan islam adapun cokroaminoto menjelaskan islam dalam perspektiv perjuangan umat guna menentang kapitalisme yang jahat. Sedangkan haji misbach yang menggunakan komunisme sebagai perspektiv sekaligus alat perjuangan islam lihat buku soe hok gie dibawah lentera merah dan haji misbach sang propagandis.

Banyak dari kalangan kelompok gerakan islam yang mengasingkan haji misbach karena ia komunis sedangkan kelompok nasionalis kebingungan karena gaya berpikirnya dan gaya bertuturnya yang banyak memasukan anasir-anasir keislaman dan marxisme dan uniknya walaupun ia telah diasingan oleh kelompok gerakan islam saat itu ia membuat gagasan islamisme dan marxisme dan gerakannya ia sebut dengan nama islam revolusioner dan kaum islam pki.
Haji misbach ini adalah sosok yang mengagumi kepribadian rasul muhammad saw,dia juga suka mengonsumsi ajaran-ajaran karl marx.
Haji misbac juga ialah seorang pelopor atau yang dikenal dengan teologi pembebasan, ia juga berhasil membuktikan bahwa ajaran-ajaran agama tidak tercabut dari akar sosialnya bila ajaran agama itu sendiri digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang nyata yang sedang dihadapi oleh masyarakat sekarang.
Komunisme dalam konteks keislaman ialah merupakan paham sinkretik. Sinkretikisme adalah paham atau aliran pemikiran baru yang merupakan perpaduan dari dua atau dari beberapa paham yang berbeda untuk mencari keserasian dan keseimbangan.
Sebagaiman islam diketahui adalah agama samawi yang mengajarkan prinsip monoteistik. Namun islam dapat juga menjadi ideologi perubahan, sekaligus agama samawi yang sama dengan agama-agama sebelumnya yaitu yahudi dan nasrani.
Kemudian komunisme ialah paham atau ideologi politik yang menganut ajaran marx dan fredrich engels yang ditulis dalam buku “ manifest der kommunistichen” sebuah manifesto  politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 februari 1848 diparis. Manifesto ini merupakan teori mengenai komunis, sebuah analisis pendekatan pada perejuangan kelas, yang kemudian menjadi salah satu gerakan politik yang paling berpengaruh didunia politik internasional.
Komunisme sebenarnya bukan hanya sebuah dogma tentang politik saja. Setelah karl marx meninggal, komunisme berkembang menjadi sebuah pandangan dunia (worldview) yang komprehensif, disamping sebagai doktrin politik. Dalam ajaran archives de philoshopie yang terbit diprancis yang terbit sebelum perang dunia kedua, sebagaimana dikutip njoto di jelaskan bahwa karl marx bukan hanya terkait dengan tata cara dan rancangan pemerintah saja, bukan hanya pemecahan teknis untuk masalah perekonomian saja, bukan juga hanya semboyan yang mengharuhkan, tetapi Komunisme merupakan suatu tafsiran yang sangat luas tentang manusia dan sejarah, tentang mahluk dan masyarakat, serta tentang alam dan tuhan.
Komunisme merupakan sistem yang menyeluruh yang dibangun diatas tiga konsep utama yang saling terkait yaitu ekonomi politik, filsafat dan sejarah. Namun demikian pada esensinya, komunisme adalah gerakan refolusioner, yang berpendirian bahwa seluruh struktur masyarakat harus diubah selama masih ada penindasan sesama manusia. Komunisme tergolong sebagai paham kiri. Ada perbedaan dengan istilah kiri dan komunisme. Walaupun batas dari keduanya sangatlah tipis. Soekarno mengatakan “ komunisme itu bersifat kiri, sedangkan kiri belum tentu komunis”. Oleh karena itu komunisme ialah merupakan doktrin yang sosialistik, yang menjadi bagian dari ideologi kiri (sosialisme). Setiap orang komunis adalah sosialis, tetapi tidak setiap orang sosialis berpaham komunis. Komunisme merupakan salah satu kelompok sosialis yang memiliki filosofi dan model pergerakan yang khas yaitu radikalime, politik, revolusi, proletar, revolusi dalam sosial movement serta militan dalam melawan kapitalisme.
Dalam hal ini komunisme saya artikan ialah sebagai ideologi untuk melaksanakan ajaran islam dengan wadah komunisme yang digunakan sebagi  alat perjuangan. Jadi jelaslah bahwa  komunisme  dalam konteks keislaman yaitu merupakan sebuah ideologi yang menggunakan komunisme sebagai perspektiv atau alat perjuangan. Sebuah ideologi untuk merelasiasikan islam sebagai jalan komunisme. Yaitu membebaskan rakyat dari belenggu ketertindasan dan kesengsaraan akibat kapitalisme dan kolonialisme.
Oleh karena itu, maka dengan mengkaji secara jernih dan mendalam  atas konstruksi, internalisasi, dan pemikiran beserta spirit prjuangan haji misbach  maka kita akan menemukan suatu pahaman yang sama antara komunisme dan islamisme, haji misbach yang dianggap  haji komunis atau seorang muslim yang dianggap  tersesat, jika kita mengkaji lebih dalam lagi maka semua anggapan yang selalu dikatan oleh orang-orang itu tidak benar.
Jika kita mengkaji lebih dalam lagi maka kita akan menemukan dua nila pentingi dan fundamental yang bisa didapat yaitu:
dalam membaca  dan mengkaji sejarah agama khususnya agama islam yaitu, dapatlah secara mendalam dan kritis serta  perlunya  menjadikan ajaran agama islam yang lebih membumi. Sebab dalam mengkaji dan membaca agama islam perlulah kiranya untuk menghubungkan dalam konteks ruang dan waktu agama islam itu diturunkan. Serta hiruk pikuk dan kompleksitas permasalahan sosial, ekonomi, politik, budaya yang dihadapi masyarakat guna sebagai perbaikan umat manusia didunia.
Kedua, mengetahui bagaimana cara menempatkan dan mengembalikan spirit pembebasan serta peran islam diindonesia ini dalam perlunya untuk ikut serta mendorong dan menciptakan sistem dan tatanan sosial  masyarakat yang sesuai harapan umum  rakyat indonesia yaitu sejatrah secara ekonomi, adil secara sosial, demokrasi secara politik, dan partisipasi secara budaya.  Singkatnya untuk sistem dan tatanan masyarakat indonesia yang masih timpang untuk menjadi lebih seimbang.


-SANG PENAKLUK-
-J:H-

Minggu, 26 Januari 2020

problematika cadar dalam perubahan sikap dikalangan mahasiswi iain gorontalo


Perempuan harus dihormati dan dicinta. Ketika nabi Muhammad Saw berkata “ tempatkan kaum perempuan dibelakang”  Yang dimaksutnya adalah jiwamu sebab ia harus ditempatkan paling dibelakang sedangkan yang didepan adalah akalmu. Hati manusia ada pada jiwanya hati perempuan di jiwa didudukkan di belakang akal. Mungkin bisa dimaknai bahwa menghadapi perempuan dengan masalah perasaannya (HATI) bukan dengan menempatkan pikiran kita dengan segenap argumen para pria (misalnya). Tapi HATI mereka perlu dipahami dengan sikap dan perbuatan yang baik.
Nabi Saw bersabda yang artinya, “Dunia ini adalah kesenangan dan yang paling menyenangkan adalah perempuan shalihah”. Begitulah cara Islam memuliakan dan menyanjung perempuan. Perempuan disandingkan dengan wewangian bak bunga yang selalu merekah dan memberikan aroma wangi dari kelopaknya. Selain itu juga perempuan disandingkan dengan perhiasan, di mana perhiasan identik dengan keindahan, keagungan dan kemewahan yang memiliki nilai mahal. Dan semua itu adalah perumpamaan yang di hadiahkan untuk mereka para muslimah sholehah, subhannallah, sungguh pandai Islam memuliakan wanita.
Berbicara tentang kecantikan Islam mewajibkan kaum hawa untuk menutup auratnya. Dan salah satu aurat yang wajib ditutup oleh perempuan adalah rambut. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi dalam Qs. al-Ahzab ayat 59:
Artinya : “ Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuanmua dan istriistri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ditujukannya firman tersebut kepada Nabi Saw, isri-istri dan putri-putri beliau serta istri-istri orang mukmin menunjukkan bahwa seluruh wanita muslimah dituntut menjalankan perintah ini tanpa adanya pengecualian sama sekali.
 Cadar adalah kain penutup wajah, baik menutup secara penuh atau hanya kelihatan matanya saja, atau hanya menutup sebagian wajahnya saja. Ada dua pendapat ulama mengenai penggunaan cadar. Pendapat pertama dari Madzhab Syafi’i dan Hanabilah, khumar (kerudung) dan cadar wajib dikenakan oleh seorang muslimah.Seluruh anggota badan wanita adalah aurat, maka harus ditutup seluruhnya dengan jilbab, kerudung, dan cadar.Pendapat kedua dari Madzhab Hanafi dan Malikiyah, mengatakan bahwa menutup wajah tidak wajib karena wajah tidak termasuk aurat. Mereka berpendapat bahwa wanita wajib menutup seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan. Jadi, wajah dan telapak tangan bukanlah aurat yang harus ditutupi dengan  pakai cadar.
Dalam hal ini, cadar telah menjadi isu yang sangat kontroversial dalam Islam. Sebagian umat Islam menganggapnya sebagai perintah Allah yang terdapat didalam al-Qur’an, sementara umat muslim yang lain dan juga umat non-muslim, khususnya orang-orang Barat, cadar diidentikkan sebagai pakaian yang berasal dari budaya Arab, banyak orang beranggapan bahwa pemakaian cadar dinilai sebagai pakaian yang berlebihan dan orang yang memakainya dianggap menutup diri dari pergaulan sosial, serta dikhawatirkan adanya penyalahgunaan cadar untuk kepentingan kepentingan yang tidak baik. Banyak umat Islam berpendapat bahwa apa pun justifikasi terhadap purdah (yakni, cadar) dimasa lalu, hal itu tidak mempunya relevansi sama sekali dengan zaman modern. Kalangan umat Islam ortodoks, khusunya ulama, disisi lain menganggap cadar bagi perempuan sebagai kebutuhan yang absolut, dengan penggunaannya menjadi kebiasaan yang dilakukan.
Problematika cadar di Indonesia pun sudah menjadi sesuatu yang diperdebatkan antar masyarakat. Banyak masyarakat yang masih memandang negative terhadap orang yang memakai cadar. Mereka beranggapan bahwa orangorang yang bercadar termasuk anggota teroris, pengikut wahabi, syiah, maupun ISIS. Selain itu, mereka juga beranggapan bahwa orang yang bercadar cenderung fanatik dalam urusan agama, seperti mudah mengaharamkan suatu perbuatan. Dipandang dari segi sosialnya, masyarakat cenderung menilai bahwa orang yang bercadar sulit bersosialisasi  cenderung menutup diri dari orang-orang yang bukan kelompoknya, mereka juga merupakan orang yang egois karena mereka dapat melihat wajah orang lain namun orang yang tidak memakai cadar tidak dapat melihat wajah orang yang memakai cadar serta sulit untuk mengenalinya. Sementara itu, jika dipandang dari segi budaya masyarakat Indonesia, namun cadar merupakan budaya yang berasal dari Arab  yang kemudian masuk ke Indonesia dan diikuti oleh masyarakat Indonesia.
Banyaknya kontroversi tentang penggunaan cadar pada wanita muslimah,khususnya dikalangan mahasiwi tidak menyurutkan jumlah pemakainya. Saat ini sudah terdapat banyak mahasiswi di beberapa kampus Indonesia yang menjalankan aktivitas sehari-hari dan perkuliahanya dengan menggunakan cadar. Tindakan para mahasiswi menggunakan cadar, tentu dilakukan setelah melewati proses pengambilan keputusan  untuk menggunakan cadar tersebut.
Cadar  tidak hanya sebagai identitas seorang muslimah akan tetapi cadar pula dijadikan sebagai fashion kekinian yang lagi modern.  Dari berbagai bentuk Cadar bahkan warna cadar tidak hanya berwarna hitam saja. Cadar telah membudaya di masyarakat  dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Hal ini yang menjadikan perubahan sikap dalam penggunaan cadar.
Di masyarakat  Gorontalo khususnya mahasiswi Intitut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Perempuan wajib memakai jilbab ketika berada dilingkungan kampus termasuk semua mahasiswi perempuan.IAIN Sultan Amai Gorontalo adalah lembaga yang berada dibawah naungan Kementrian Agama tentu ajaran ataupun tata cara, serta aturan-aturan yang dipakai juga bernafaskan Islam. Termasuk juga dalam berpakaian. Namun jilbab yang dipakai belum konsisten karena hanya dipakai dilingkungan kampus atau acara-acara tertentu. Banyak dari mereka melepaskan jilbab diluar kampus.
Tanpa disadari bahwa mahasiwi yang hanya memakai jilbab mereka hendak pergi ke kampus atau ke acara tertentu mereka memberikan contoh yang kurang baik untuk lingkungan disekitarnya, tidak dapat dipungkiri dari suatu hal yang buruk. Akan ada suatu hal yang baik yang bisa diketahui secara tidak langsung. Jika ada mahasiswi ada selalu memakai jilbabnya diluar kampus maka dari mahasiswi ada selalu memakai jilbabnya kekampus, pasar atau hanya keluar rumah saja, bahkan ada beberapa kelompok mahasiswi yang ada di IAIN Sultan Amai Gorontalo yang selalu memakai cadar yang meskipun hanya keluar rumah, atau pun ke kampus dan tempat lainnya. Ini yang menjadi kesan yang bisa dikatakan baik bagi orang yang mengerti apa kegunaan cadar tapi akan terlihat buruk untuk lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mengetahui tentang cadar, oleh karena itu yang menjadikannya perubahan sikap mahasiswi  dalam bercadar sehingga mereka menganggap cadar bukanlah hal yang kurang baikyang identik dengan teroris ataupun budaya timur tengah dan lain sebagainya.