MARHABAN YA RAMADHAN
Puasa
membersihkan jiwa, membangkitkan pikiran, mengarahkan kedagingan pada roh,
membuat kerendahan hati, menghancurkan nafsu birahi, memadamkan api nafsu,
menyalakan cahaya kesucian sejati dan masuk kembali kedalam dirimu. (Agustinus)
Berbicara
tentang puasa, semua agama abrahamik menganjurkan untuk berpuasa sebab dari
berpuasa kita akan memperoleh kebahagiaan dan nilai-nilai kemanusiaan kita
semakin bertambah.
Dalam
pandangan Agustinus puasa itu memiliki 2 poin yaitu asketis dan spiritual,
asketis berbicara tentang bagaimana manusia mempersiapkan diri untuk melawan
segala godaan termasuk makan dan minum. Sedangkan spiritualitas berbicara tentang
kebahagiaan, memperkaya fikiran dan juga hubungan antara kita dengan Tuhan dan
juga manusia.
Sejatinya
berpuasa itu tidak perlu ada unsur paksaan, biasanya orang berpuasa itu karena
ada maunya saja. Ada yang berpuasa karena ingin diet, ada juga karena orang
tuanya yang nyuruh. Pada hakikatnya puasa itu bukan melawan tubuh kita untuk
makan dan minum tapi justru untuk memperbaiki tubuh kita. Puasa juga menandai
moral. Dalam pemikiran Agustinus ada tiga tahapan dalam berpuasa pengampunan,
rekonsiliasi dan perdamaian.
Kalau
di agama yang dianut Agustinus ia puasa dilakukan pada hari Rabu dan Jum’at , hari
Rabu untuk memperingati putusan membunuh Yesus sedangkan hari Jum’at untuk memperingati
penyaliban Yesus. Dalam hal ini Agustinus
juga memiliki kebiasaan berpuasa setiap hari ia memiliki kebiasaan tidak makan dan
minum sampai jam tiga sore sebab menurutnya berpuasa itu untuk membenahi diri kita.
Selamat
menunaikan ibadah puasa
Penulis
Sang
Penakluk

