setiap penjajah pasti ada sesuatu yang di rampas dari jajahannya yaitu gold, glory, and god. tiga poin ini selalu dibawah oleh sang penjajah. dari keserakahan orang-orang itu kepercayaan atau keyakinan yang sudah lama dipercayai di renggut begitu saja dengan ancaman bahwa jika kau tak mengikuti kami, kamu akan dibunuh.
setiap kekayaan, kekuasaan dan kepercayaan pasti ada yang mengaturnya, dan yang mengatur itu adalah disebut dengan negara. menurut thomas hobbes dalam bukunya "LEVIATHAN", leviathan adalah nama binatang di dalam mitologi timur tengah yang amat buas. didalam filsafat hobbes leviathan adalah simbol suatu negara. seperti leviathan negara haruslah haruslah berkuasa mutlak dan ditakuti oleh semua rakyatnya, karena hanya dengan cara inilah semua manusia-manusia dapat mengalami ketertiban dan kebahagiaan.
tetapi dari teori tersebut menurut saya bahwa bukan hanya negara yang bersifat buas, orang-orang yang menguasai negara-pun seperti leviathan. apa yang menggerakan manusia menjadi seperti itu? (what makes him tick) menurut hobbes manusia itu hanya seperti mekanis belaka. manusia adalah setumpuk material yang bekerja dan bergerak menurut hukum-hukum ilmu alam. kesimpulan hobbes adalah yang menggerakan manusia untuk melakukan sesuatu hal adalah nafsu.
dari sebelum terbentuk suatu negara, saat itulah manusia tidak bersifat sosial. manusia hanya cenderung mempertahankan dirinya. karena sifat seperti ini manusia cenderung mencurigai manusia lain (homo homini lupus omnes) atau manusia adalah serigala bagi sesamanya. keadaan ini menjadi perang melawan semua (bellum omnium contra omnes)
sebenarnya setiap manusia itu memiliki kebebasan untuk memilih dan setiap manusia bebas menggunakan miliknya (harta) tanpa bergantung pada orang lain. Tetapi seiring adanya negara, negara yang seharusnya melindungi setiap rakyatnya malah menjajah rakyatnya sendiri.
Dan negara saat ini saya rasa kalau soal kepercayaan sudah sesuai dengan kaidah-kaidah tentang kenegaraan bahwasannya negara tidak boleh menganut agama apapun. Apalagi jika meniadakan atau membatasi suatu agama. Negara harus memisahkan urusan agama dan urusan kenegaraan.
Nah, dari awal yang salah di manusia itu adalah bukan kekuasaan, kekayaan, ataupun keyakinan tetapi nafsunya cenderung tidak bisa dibendung.
kita tidak bisa menyalahkan suatu agama karena menjajah suatu bangsa dengan cara menghalalkan darah tetapi kita harus menyalahkan penafsiran nya.
kita tidak boleh tidak menerima bahwa bukan orang Islam yang menjadi terorisme itu tetapi kenyataan berkata lain.
Jadi kita tidak boleh menyalahkan Islamnya tetapi salahkan penafsiran-nya.
karena setiap manusia itu pasti berbeda penafsirannya.
~komunitas rausyan fikr~